Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pamerindo Beri Atensi Penerapan Ekonomi Sirkular
    Ekonomi

    Pamerindo Beri Atensi Penerapan Ekonomi Sirkular

    November 19, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pamerindo Beri Atensi Penerapan Ekonomi Sirkular 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – PT Pamerindo Indonesia (Pamerindo) kembali menghadirkan pameran B2B Plastics & Rubber Indonesia (PRI) 2022 pada 16 – 19 November 2022 di JIExpo Kemayoran Jakarta. Pertemuan industri berskala internasional ke-33 ini mengedepankan dukungan sektor plastik dan karet dalam menghadapi tantangan global terutama pada program berkelanjutan dan perubahan iklim yang menjadi isu saat ini.

    “Industri plastik dan karet di Indonesia terproyeksi akan bertumbuh di tahun mendatang. Di tengah pertumbuhan tersebut ada banyak tantangan yang akan dihadapi oleh para pelaku industri terutama pada dukungannya terhadap program keberlanjutan yang telah dicanangkan. 337 peserta pameran dari 32 negara/daerah turut berpartisipasi dalam pameran ini, dengan target lebih dari 8.000 pengunjung,” ujar Event Director Pamerindo Lia Indriasari.

    Pamerindo memberikan atensi khusus pada penerapan ekonomi sirkular sebagai salah satu bentuk kematangan penyelenggara pameran. Hadirnya kembali pameran Plastics & Rubber Indonesia 2022 kali ini mengangkat tema The Future of Plastic Sector in Indonesia, para pebisnis akan semakin sadar dan terbuka terhadap implementasi model bisnis sirkular.

    “Karena itu, untuk pertama kalinya Pamerindo berkolaborasi bersama Indonesian Plastics Recyclers menghadirkan Circular Economy Zone di dalam pameran ini yang berisikan para pelaku industri yang telah memiliki program keberlanjutan sebagai pola bisnisnya untuk menginspirasi industri sejenis dalam upaya menerapkan model bisnis sirkular,” tambah Lia.

    Sejalan dengan pelaksanaan G20 serta tujuan dari Making Indonesia 4.0, Indonesia semakin kuat memberikan sinyal untuk implementasi ekonomi sirkular. Penerapannya diproyeksikan dapat meningkatkan 2,3 hingga 2,5 persen dari PDB dan industri plastik merupakan satu dari lima sektor industri prioritas.

    “Dalam pameran PRI 2022 ini, kita bersama mencoba untuk membangun ekosistem daur ulang tentunya dengan sudut pandang plastik sebagai sebuah solusi, maka kami mendukung industri yang telah menerapkan program keberlanjutan untuk berkolaborasi meningkatkan implementasi ekonomi sirkular,” ungkap Chairman Indonesian Plastics Recyclers (IPR) Ahmad Nuzuluddin.

    Di sektor hilir, Indonesian Packaging Federation mengungkapkan industri kemasan plastik telah berkontribusi pada pertumbuhan industri sebesar 18 persen sepanjang 2022 namun demikian pertumbuhan tersebut tetap harus memperhatikan berbagai aspek seperti inovasi teknologi, koneksi, dan kolaborasi yang akan mendorong industri plastik terlepas dari ekonomi linier yang sebelumnya diterapkan.

    Industri plastik merupakan industri yang perlu didorong pengembangannya karena memiliki potensi pasar yang sangat prospektif serta menjadi tulang punggung bagi industri manufaktur seperti industri FMCG, kosmetika, farmasi, elektronika, otomotif, industri kimia pertanian, industri minyak pelumas, serta digunakan sebagai pendukung konstruksi.

    Tingkat komsumsi plastik di Indonesia perkapita saat ini mencapai 22,5 kg pertahun dengan pertumbuhan konsumsi mencapai 6-7 persen Per tahun, dengan tingkat kebutuhan bahan baku plastik pada 2021 sekitar 8,8 juta ton.

    Sementara itu, industri Mould & Die saat ini memiliki peluang besar untuk memperluas pasar sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035. Industri ini diperkirakan mengalami kenalkan seiring dengan pertumbuhan kinerja sektor otomotif maupun elektronika.

    Hingga Agustus 2022, kinerja ekspor industri mould sebesar USD 15,8 juta, industri dies sebesar USD 8,7 juta, serta industri jig and fixture sebesar USD44 juta. Kontribusi terbesar mould padaindustriotomotif diperoleh dari permintaan suku cadang bagian interior yang menggunakan bahan baku plastik, dengan ceruk pasar sebesar 41 persen.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePresiden Jokowi dan Ibu Negara Tiba di Surakarta
    Next Article Perusahaan Multinasional Dukung Target Indonesia Emisi Nol 2050
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.