Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Waspada karena Sadar Rawan Bencana
    Ekonomi

    Waspada karena Sadar Rawan Bencana

    November 27, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Waspada karena Sadar Rawan Bencana 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Indonesia merupakan wilayah yang tingkat kerawanan bencananya cukup tinggi jika ditinjau dari kondisi geografisnya. Sebab, selain dilewati tiga lempeng tektonik, ada lebih dari 200 sesar aktif di negara ini. Salah satunya adalah sesar Cimandiri yang disebut-sebut memicu gempa bumi 5,6 skala Richter di Kabupaten Cianjur pada 21 November lalu.

    “Sesar Cimandiri membujur dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai sekitar Padalarang. Pada sesar ini terdapat akumulasi tegangan tektonik yang menjadi gaya penerus gempa,” ungkap Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB Irwan Meilano kepada Jawa Pos pada Selasa (22/11).

    Secara pendekatan geologi, sesar merupakan pemicu gempa yang independen. Artinya, tidak dipengaruhi gempa-gempa sebelumnya. ’’Sehingga ada potensi gempa yang signifikan terjadi di masa depan,” kata Irwan.

    Dia menambahkan, bukan baru kali ini pergerakan sesar Cimandiri memicu gempa. Gempa dengan kekuatan yang hampir sama dengan Senin lalu pernah terjadi pada 1970-an. “Ada pembelajaran yang bisa dipetik dari bencana tersebut. Concern utama berada pada pemerintah (pusat) dan pemda. Perlu ada upaya untuk memahami bahwa daerah tersebut memang berpotensi gempa,” terangnya.

    Dia meminta supaya penataan ruang lebih memperhatikan kaidah pembangunan yang sesuai dengan struktur geologi. Selain itu, jarak dengan sumber gempa perlu dipertimbangkan. Itu tidak hanya berlaku di Kabupaten Cianjur, tapi juga di seluruh wilayah Indonesia.

    Selain itu, Irwan menggarisbawahi pentingnya pemahaman masyarakat terhadap bencana. Terutama, mereka yang tinggal di daerah rawan gempa. Dengan demikian, jika terjadi bencana, proses mitigasi akan menjadi lebih mudah.

    Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB itu menambahkan, ketika bencana terjadi, ada waktu sekitar 30 menit bagi warga yang terdampak untuk melakukan evakuasi.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHealthy Holiday Food Recipes, Masak Bareng Chef Yuda Bustara
    Next Article PDIP Sesalkan Elite Relawan yang Manfaatkan Sikap Jokowi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.