JawaPos.com-Setiap kali momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), masyarakat kerap dihantui kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako). Kenaikan harga tersebut selain karena permintaan tinggi, juga dipicu pasokan yang terbatas. Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) berupaya menjaga pasokan sembako supaya harga tidak melambung.
Ketua Hubungan Antar Lembaga Inkoppas Andrian Lame Muhar mengatakan mereka terus melakukan monitoring ke pasar-pasar untuk memantau gejolak harga memasuki masa Nataru. Selain itu juga memeriksa ketersediaan pasokan. Dia mengatakan adanya kenaikan harga pada momen hari besar, termasuk Natal dan Tahun Baru, adalah sebuah kewajaran.
’’Yang tidak wajar adalah barang atau komoditas itu langka,’’ kata dia kepada wartawan Minggu (25/12). Andrian mencontohkan pasokan beras berpotensi mengalami kelangkaan. Sampai akhirnya Bulog memutuskan untuk impor dan menyalurkannya pada awal Januari mendatang. Dia mengakui bahwa cadangan bera sudah menipis.
Andrian mengatakan, khusus untuk pasokan beras, Inkoppas sudah berkirim surat ke Bulog. Supaya dalam mengatasi persoalan stok beras tersebut, Bulog melibatkan Inkoppas. ’’Kemungkinan beras tidak akan langka. Kemudian harga telur yang merangkak naik di atas Rp 36.000/kg,’’ jelasnya.
Selain telur, Andrian mengatakan harga komoditas sembako lainnya masih wajar. Diantaranya harga cabai dan bawang merah. Menurut dia kenaikan harga dua komoditas tersebut masih dalam kondisi wajar. Dia menegaskan yang paling penting adalah stok komoditas sembako tersedia di pasar-pasar, khususnya pasar tradisional.
Menurut Andrian upaya menjaga pasokan stok komoditas penting, untuk antisipasi tingginya permintaan di momen Natal dan Tahun Baru. Menurutnya selama stok barang bisa dijaga, harga akan berangsur turun setelah permintaan mulai menurun.
Untuk menjaga stok komoditas sembako, Inkoppas terus berkoordinasi dengan para supplier. Mereka juga membuka akses kepada supplier-suplier baru. Sehingga ketika ada peningkatan permintaan, stok barang masih bisa dijaga. Sehingga jangan sampai ada pedagang setelah momen Nataru tidak bisa berjualan karena tak punya stok.
Dalam kesempatan itu Andria juga menyampaikan pedagang pasar memang tidak mengikuti arus politik Pemilu 2024 secara langsung. Meskipun begitu pedagang pasar tetap memiliki sejumlah aspirasi politik. Diantaranya adalah jaminan rantai pasok bahan-bahan pokok dari supplier sampai ke pasar. Jaminan rantai pasok ini yang diharapkan dipenuhi oleh siapapun pemenang Pemilu dua tahun nanti. (*)
Editor : Dinarsa Kurniawan
Reporter : Hilmi Setiawan
Credit: Source link




