Andalannews.com – Kabar duka datang dari dunia politik nasional. Alex Noerdin meninggal dunia pada Rabu, 25 Februari 2026 sekitar pukul 13.30 WIB di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta.
Informasi ini dikonfirmasi pihak keluarga dan langsung menyebar luas, memicu ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat Sumatera Selatan.
Nama Alex Noerdin tentu bukan sosok asing, terutama bagi warga Sumsel. Ia dikenal sebagai mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode yang cukup berpengaruh dalam pembangunan infrastruktur dan olahraga di daerah tersebut.
Kepergiannya menjadi momen refleksi panjang atas perjalanan karier politiknya yang penuh capaian, namun juga diwarnai dinamika hukum di akhir masa hidupnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi kesehatan Alex Noerdin memang sudah menurun dalam beberapa hari terakhir. Ia sempat menjalani perawatan di Palembang sebelum akhirnya dirujuk ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa almarhum dirawat secara intensif sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di RS Siloam Semanggi. Kabar kepergian tersebut langsung dikonfirmasi oleh perwakilan keluarga kepada media.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah rencananya dipulangkan ke Palembang, Sumatera Selatan, untuk dimakamkan. Masyarakat Sumsel pun disebut bersiap menyambut kepulangan jenazah mantan orang nomor satu di provinsi tersebut.
Jejak Karier Politik
Dalam perjalanan politiknya, Alex Noerdin pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan selama dua periode. Kepemimpinannya cukup dikenal luas karena sejumlah proyek besar yang digagas dan direalisasikan di wilayah tersebut.
Salah satu momen penting di era kepemimpinannya adalah saat Sumatera Selatan menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional seperti SEA Games dan Asian Games.
Infrastruktur olahraga dan fasilitas publik dibangun atau diperbarui secara masif pada masa itu. Palembang, sebagai ibu kota provinsi, mengalami perubahan signifikan, termasuk pembangunan sarana transportasi dan venue olahraga.
Bagi sebagian masyarakat, Alex Noerdin adalah figur yang berani mendorong Sumsel tampil di panggung nasional dan internasional. Ia sering dikaitkan dengan semangat pembangunan dan promosi daerah.
Namun seperti banyak tokoh politik lainnya, perjalanan kariernya tidak lepas dari sorotan dan kontroversi.
Menjelang akhir hayatnya nama Alex Noerdin kembali mencuat ke publik bukan karena jabatan politik, melainkan proses hukum yang sedang berjalan. Ia diketahui berstatus terdakwa dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde di Palembang.
Kasus tersebut bergulir di Pengadilan Tipikor Palembang dan sempat menjadi perhatian publik Sumatera Selatan. Sidang yang dijadwalkan beberapa waktu lalu bahkan dilaporkan sempat tertunda karena kondisi kesehatannya yang menurun.
Dengan meninggalnya Alex Noerdin, proses hukum terhadap dirinya otomatis gugur sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Meski begitu, kasus tersebut tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan hidupnya sebagai tokoh publik.
Respons dan Ucapan Duka
Kabar wafatnya Alex Noerdin memunculkan berbagai respons dari masyarakat dan tokoh politik. Media sosial dipenuhi ucapan belasungkawa, doa, serta kilas balik momen-momen ketika ia masih aktif menjabat.
Bagi warga Sumatera Selatan, khususnya Palembang, sosok Alex Noerdin meninggalkan kesan tersendiri. Ada yang mengenangnya sebagai pemimpin yang membawa banyak pembangunan, ada pula yang mengingat dinamika politik di masa pemerintahannya.
Ucapan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” banyak disampaikan sebagai bentuk penghormatan terakhir. Keluarga meminta doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Warisan Pembangunan di Sumatera Selatan
Jika berbicara soal warisan yang ditinggalkan Alex Noerdin, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu yang paling sering disebut.
Peningkatan fasilitas olahraga, perbaikan sarana publik, hingga upaya menjadikan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah event internasional menjadi bagian dari legacy yang tak bisa dilepaskan dari namanya.
Transformasi wajah Palembang dalam satu dekade terakhir juga kerap dikaitkan dengan kebijakan dan visi pembangunan yang ia dorong saat menjabat.
Meski tentu saja pembangunan daerah merupakan kerja kolektif, peran gubernur sebagai pengambil kebijakan tetap menjadi sorotan utama.
Di sisi lain, perjalanan kariernya juga menjadi pengingat bahwa jabatan publik membawa tanggung jawab besar dan pengawasan ketat. Sorotan hukum yang sempat ia hadapi menunjukkan bahwa perjalanan politik jarang benar-benar mulus.
Sosok yang Tak Pernah Sepi dari Sorotan
Nama Alex Noerdin memang sudah lama menjadi bagian dari percakapan politik Sumatera Selatan. Baik saat menjabat aktif maupun setelah tak lagi menduduki kursi gubernur, ia tetap menjadi figur yang diperbincangkan.
Meninggalnya Alex Noerdin bukan hanya kabar duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi masyarakat tentang perjalanan seorang tokoh publik dengan segala prestasi dan kontroversinya.
Sebagai mantan gubernur dua periode, kontribusinya terhadap pembangunan daerah akan selalu menjadi bagian dari sejarah Sumatera Selatan.
Di sisi lain, dinamika hukum yang sempat dihadapinya juga akan tetap tercatat dalam perjalanan hidupnya. Kepergian Alex Noerdin menandai berakhirnya satu bab dalam perjalanan politik Sumatera Selatan.
Ia dikenang sebagai mantan Gubernur Sumsel yang membawa daerahnya tampil di panggung nasional dan internasional, terutama melalui pembangunan infrastruktur dan event olahraga besar.
Kini, masyarakat Sumatera Selatan berduka. Jenazah almarhum dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan secara layak. Doa dan penghormatan terus mengalir dari berbagai penjuru.
Terlepas dari segala dinamika yang menyertainya, nama Alex Noerdin akan tetap tercatat dalam sejarah politik Sumatera Selatan. Sebuah perjalanan panjang yang kini telah sampai pada titik akhir.




