Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Anak Berbohong Tutupi Kesalahan, Cari Tahu Alasan Lalu Bicara 4 Mata
    Lifestyle

    Anak Berbohong Tutupi Kesalahan, Cari Tahu Alasan Lalu Bicara 4 Mata

    January 31, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Anak Berbohong Tutupi Kesalahan, Cari Tahu Alasan Lalu Bicara 4 Mata 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    —

    ADA beberapa alasan anak berbohong dengan menutupi kesalahannya. Safira Putri selaku konselor anak dan remaja mengatakan, di usia anak yang masih balita, biasanya mereka ingin menggoda saja. Misalnya, makanan mommy diambil anak. Tapi, anak malah mengelak.

    ’’Jangan ditanggapi dengan serius seperti memukul. Ajak bercanda balik, lalu arahkan kalau sikap anak itu buruk,” ujarnya.

    Selain tidak merekomendasikan untuk memukul, parents perlu membalas kebohongan anak dengan berbohong juga. Safira menyebutkan, ada anak yang ingin mendapatkan perhatian saja ketika mereka berbohong. Itu artinya, perhatian orang tua ke anak kurang. Atau, dirasa sudah optimal, orang tua perlu mengevaluasi lagi.

    Memberikan perhatian kepada anak itu menjadi kebutuhan primer. Di usia berapa pun, menurut Safira, perhatian orang tua sangat dinantikan anak. Salah satu tanda anak gemar berbohong karena kurang perhatian adalah suka mengarang cerita. Cek deh, Mom. Anak mommy begitu tidak? Kalau iya, segera kasih perhatian ke buah hati, ya.

    Menghindari situasi yang tidak menyenangkan bisa jadi alasan anak berbohong atau mengambinghitamkan orang lain. Safira mengatakan, setelah tahu alasannya mengapa anak menghindari sebuah situasi, mommy perlu ajak anak berbicara. ’’Sampaikan, ada mama atau ayah. Adek atau kakak kenapa kok nggak mau berangkat ke tempat les? Badan juga nggak panas, tadi bilang sakit,” paparnya.

    Lantas, kapan orang tua perlu waswas saat anak suka berbohong? Safira mengungkapkan, pertama, saat intensitas berbohong lebih sering. Kedua, ketika anak-anak dalam situasi berisiko atau berbahaya. Ketiga, berbohong yang bisa merusak hubungan. Baik itu hubungan antaranak dengan temannya atau sesama saudara.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePabrikan e-skuter Ola akan buka fasilitas kendaraan listrik di Inggris
    Next Article Dari Singapore Airlines Buka Kembali Rute ke Bali hingga Laklak Biu Men Bayu
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    outfit nonton konser

    Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre

    July 18, 2026
    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.