Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Andalkan Pariwisata dan Pendidikan, Ekonomi DIY Identik dengan Kerumunan – KRJOGJA
    Ekonomi

    Andalkan Pariwisata dan Pendidikan, Ekonomi DIY Identik dengan Kerumunan – KRJOGJA

    March 31, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Andalkan Pariwisata dan Pendidikan, Ekonomi DIY Identik dengan Kerumunan – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    YOGYA, KRJOGJA.com – Pertumbuhan ekonomi DIY didorong dari konsumsi 64,3%, utamanya dari kegiatan ekonomi dan turunannya. Jika aktivitas pariwisata menurun, dapat dipastikan ekonomi DIY akan menurun. Artinya, pertumbuhan ekonomi DIY masih mengandalkan mobilitas masyarakat atau dengan kata lain identik dengan ekonomi Kerumunan. Selain dari kegiatan pariwisata dan turunanya, hal tersebut tercermin dari kegiatan pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 65% sebelum pandemi Covid-19.

    “Jika parkir bus wisata depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY penuh, dapat digunakan sebagai salah satu indikator ekonomi DIY mulai tumbuh melalui aktivitas pariwisata,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono dalam diskusi terbatas masalah pangan dan inflasi kerjasama BI DIY, ISEI DIY, Kafegama DIY dan SKH Kedaulatan Rakyat di Yogyakarta, Rabu (30/3/2022).

    Miyono menyampaikan lonjakan harga pangan global diperkirakan akan ikut terasa sampai ke Indonesia. Mengingat masih terdapat komoditas pangan yang hingga saat ini masih dipenuhi impor. Namun, pengaruh tersebut tidak akan dirasakan sepenuhnya. Kenaikan harga pangan tersebut akan ditransmisikan ke harga domestik terutama yang dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan dari pasokan dalam negeri.

    “Peningkatan harga produk global batubara, kedelai, CPO dan sebagainya, berdampak pada harga domestik. Ujungnya, harga sejumlah kebutuhan pokok melonjak. Fenomena ini menjadi sinyal, terjadi transmisi kenaikan harga pangan global terhadap komoditas pangan lokal,” kata Kepala Perwakilan BI DIY Budiharto Setyawan.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBesok, Harga Pertamax Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya Naik Rp 3.500
    Next Article Bank Genjot Kredit Lewat Pameran Virtual, OJK Ingatkan Pencadangan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.