Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Anies Kritik Program KIP: Tidak Langsung Tingkatkan Mutu
    News

    Anies Kritik Program KIP: Tidak Langsung Tingkatkan Mutu

    June 25, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Anies Kritik Program KIP: Tidak Langsung Tingkatkan Mutu

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Muti/Jurnas.com)

    Jakarta, Jurnas.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengkritik program Kartu Indonesia Pintar (KIP) pemerintahan Joko Widodo.

    Dia mengatakan, program tersebut sifatnya hanya bantuan sosial dan tidak langsung berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.

    “Banyak program yang dimasukkan dalam klaster pendidikan tapi lebih tepat ini sebenarnya bantuan sosial untuk kegiatan belajar mengajar, tapi tidak langsung meningkat pada peningkatan mutu pendidikannya,” kata Anies dalam Forum Group Discussion (FGD) `Sinergi Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, dan Masyarakat dalam Sistem Pendidikan Nasional` yang digelar oleh Vox Populi Institute Indonesia pada Kamis (25/6).

    “Program-program itu memiliki popularitas yang sangat besar. Karena merupakan program dengan direct benefit (manfaat langsung) kepada rakyat, apakah itu KIP, KJP, atau program setara dengan itu,” imbuh dia.

    Selain tidak berdampak pada peningkatan mutu pendidikan secara langsung, program semacam KIP ini juga menyedot anggaran yang cukup besar menurut Anies.

    Baca juga.. :

    • DPR Curiga Anak Buah Anies Kongkalikong dengan Pengembang
    • Dzikir Akbar untuk Peringati HUT DKI Jakarta ke-493
    • 50 Bus Gratis Bisa Urai Penumpukan Penumpang KRL

    Padahal di sisi lain terdapat sektor yang harusnya segera dibenahi, seperti peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan kualitas guru, dan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, utamanya di sekolah vokasi.

    “Itu (pelatihan) semua membutuhkan intervensi yang serius dan fiskal yang cukup,” terang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut.

    Anies menambahkan pemerintah pusat seharusnya tidak hanya sekadar menetapkan prosi 20 persen untuk sektor pendidikan. Menurut dia, perlu ada pedoman lebih lanjut mengenai penggunaan anggaran pendidikan yang dapat menyentuh peningkatan mutu.

    “Ini PR tersendiri yang menurut kami perlu dapat perhatian khusus,” ujar Anies.

    Hal senada disampaikan Direktur Pendidikan Vox Populi Instutite Indonesia, Indra Charismiadji. Dia mengatakan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

    Indra menyontohkan, di tengah pembelajaran daring akibat pandemi Covid-19, masih banyak daerah dan satuan pendidikan yang mengalami keterbatasan, mulai dari tidak memiliki akses gawai, sinyal, hingga paket data.

    Sementara bila menengok Neraca Pendidikan Daerah (NPD) selama empat tahun terakhir, lanjut Indra, komitmen pemda dalam mengganggarkan 20 persen untuk pendidikan masih sangat kecil.

    “Kalau kita lihat di tahun 2016-2019, 2016 yang mengaplikasikan lebih dari 20 persen itu hanya 5 persen. 2017 dan 2018 hanya 1 persen daerah yang mengalokasikan PAD 20 persen, 2019 hanya lima persen,” terang Indra.

    Indra mengatakan memang tidak mudah mengaplikasikan 20 persen anggaran untuk pendidikan. Dan hal ini, kata Indra, juga kerap kali dikeluhkan oleh para kepala daerah.

    “Beberapa kepala daerah mengatakan itu sulit karena dananya tidak cukup. Saya jawab, ini kan sudah amanah konstitusi, konstitusi menyatakan 20 persen baik daerah maupun pusat harus lari ke pendidikan,” kata Indra.

    “Mungkin dengan adanya revisi UU Sisdiknas, kita bisa diskusi apa yang terbaik bagi dunia pendidikan kita,” tandas Direktur Center for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas) tersebut.

    TAGS : Kartu Indonesia Pintar Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/74373/Anies-Kritik-Program-KIP-Tidak-Langsung-Tingkatkan-Mutu/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePresiden Belarus Tuding Polandia dan Rusia Recoki Pemilu
    Next Article Komisi II DPR: Dana Tambahan Pilkada 2020 Belum Cair
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.