Andalannews.com – Belakangan ini dunia maya diramaikan dengan satu pertanyaan yang bikin para gamer muda resah apakah Roblox akan diblokir di Indonesia 2025 ini?
Wacana pemblokiran game online populer ini mencuat setelah Komisi X DPR RI menyuarakan kekhawatiran terhadap konten dalam game tersebut.
Banyak orang tua yang akhirnya ikut panik, sementara anak-anak yang biasa menghabiskan waktu di dunia virtual Roblox ikut bertanya-tanya, apakah harus bersiap-siap kehilangan akses ke game favorit itu?
Sebelum kita terlalu jauh menduga apakah Roblox akan diblokir di Indonesia 2025 ini, ada baiknya kita memahami dulu apa sebenarnya game itu.
Roblox adalah platform permainan daring yang memungkinkan pengguna menciptakan game sendiri sekaligus memainkan game buatan orang lain.
Popularitas Roblox di Indonesia sangat tinggi, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Game ini bukan hanya menyediakan hiburan, tapi menjadi pintu masuk untuk mengenal pemrograman lewat Roblox Studio.
Namun, karena sifatnya yang terbuka, tak semua konten di dalamnya bisa terkontrol ketat dan inilah yang menjadi sorotan.
Masalah mulai mencuat ketika anggota DPR RI menyuarakan keprihatinannya terhadap sejumlah konten yang dianggap tidak mendidik, mengandung unsur kekerasan, dan tidak layak dikonsumsi anak-anak.
Salah satu suara paling vokal datang dari Komisi X DPR yang mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk turun tangan mengevaluasi game ini.
Namun sampai saat ini, belum ada keputusan resmi soal pemblokiran. Jadi, untuk sementara, Roblox masih aman dimainkan di Indonesia.
Menurut keterangan resmi Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, pihaknya belum berencana melakukan blokir terhadap Roblox dalam waktu dekat.
Disatu sisi, Pemerintah lebih memilih untuk mengevaluasi dan berdialog terlebih dahulu dengan pihak pengembang.
Kominfo juga menegaskan bahwa tindakan pemblokiran bukan solusi utama kecuali platform yang bersangkutan tidak menunjukkan itikad baik dalam memperbaiki sistem moderasi.
Menariknya, dalam pernyataannya, anggota DPR Hetifah Sjaifudian justru mengajak para orang tua agar tidak “gaptek” alias gagap teknologi.
Dia menyampaikan bahwa anak-anak memang tidak bisa dijauhkan dari teknologi, tetapi orang tua harus lebih aktif terlibat dan memahami apa yang dimainkan putra-putrinya.
Menurut Hetifah, solusi terbaik adalah edukasi digital, bukan pemblokiran semata.
Kalau kita lihat ke belakang, ini bukan kali pertama Roblox diisukan bakal diblokir. Sebelumnya, sempat ada isu serupa karena munculnya konten dewasa dan kekerasan yang lolos dari sistem moderasi.
Namun, setiap kali isu itu muncul, pihak Roblox biasanya segera melakukan penyesuaian dan memperketat aturan di dalam platformnya.
Perlu diketahui, Roblox sebenarnya punya sistem moderasi yang cukup canggih berbasis kecerdasan buatan (AI), tetapi karena game ini bersifat open platform, pengguna dari seluruh dunia bisa membuat konten dengan bebas.
Nah, celah inilah yang kadang dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menyisipkan konten yang tak pantas.
Oleh karena itu, peran aktif dari pengguna, orang tua, dan komunitas sangat dibutuhkan untuk melaporkan konten bermasalah.
Kominfo sendiri menyampaikan bahwa tidak akan gegabah dalam mengambil langkah blokir. Biasanya, proses dimulai dari evaluasi konten, peringatan atau teguran, hingga pembinaan.
Blokir hanya dilakukan jika platform dianggap tidak kooperatif. Dalam kasus Roblox, pemerintah Indonesia masih membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan pihak pengembang.
Sementara itu, komunitas gamer tanah air menyambut wacana ini dengan penuh keprihatinan. Banyak yang berharap pemerintah bisa lebih bijak karena Roblox tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga tempat belajar.
Tak sedikit anak Indonesia yang mulai belajar coding dari fitur Roblox Studio. Bahkan ada yang sudah menghasilkan uang dari game buatan mereka sendiri di platform ini.
Banyak pendidik juga melihat sisi positif Roblox dalam konteks pendidikan digital. Anak-anak bisa belajar berkreasi, berpikir logis, dan memahami konsep pemrograman sejak dini.
Daripada langsung memblokir, mungkin pemerintah bisa mendorong kerja sama dengan Roblox untuk membuat kurikulum atau fitur edukatif khusus untuk wilayah Indonesia.
Salah satu hal yang sedang diupayakan oleh Kominfo adalah menjalin komunikasi langsung dengan Roblox Corporation.
Tujuannya adalah meminta perbaikan sistem moderasi, dan kalau bisa, menyediakan fitur pengawasan khusus bagi orang tua di Indonesia agar bisa memantau konten yang dikonsumsi anak-anak mereka.
Jadi kalau kamu masih penasaran apakah Roblox akan diblokir di Indonesia 2025 ini, jawabannya belum tentu. Saat ini belum ada keputusan final dari Kominfo.
Meski wacana pemblokiran sedang hangat dibicarakan, pemerintah lebih mengedepankan langkah evaluasi dan edukasi dibandingkan tindakan represif.
Sebagai pengguna, terutama bagi orang tua dan anak-anak, sebaiknya tetap waspada dan bijak dalam menggunakan platform ini.
Manfaatkan fitur parental control yang tersedia di Roblox, pelajari game-game yang dimainkan anak, dan kalau perlu, dampingi mereka saat bermain.
Dengan begitu, kekhawatiran soal konten negatif bisa diminimalisir tanpa harus kehilangan manfaat positif dari platform ini.
Kesimpulannya, tak perlu panik dulu soal isu Roblox diblokir. Selama belum ada pernyataan resmi dari pemerintah, game ini masih bisa diakses seperti biasa.
Tapi penting untuk tetap mengikuti perkembangan terbaru, karena regulasi digital bisa berubah sewaktu-waktu.
Kalau kamu penggemar Roblox, atau orang tua yang anaknya gemar bermain game ini, yuk sama-sama dukung ruang digital Indonesia yang aman, kreatif, dan edukatif.




