Andalannews.com – Aplikasi berburu koin jagat di Bandung membuat gempar masyarakat. Pasalnya, akibat aksi dari para penggunanya sejumlah sarana dan prasarana di Kota Kembang terlaporkan mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aplikasi berburu koin jagat di Bandung yang dalam beberapa pekan terakhir ini membuat gempar itu merupakan sebuah permainan yang ada dalam aplikasi Jagat di anroid/gadget.
Merujuk data yang tertera dalam Google Play Store (aplikasi online milik Google penyedia ragam aplikasi), Jagat merupakan aplikasi sosial yang dibuat agar pengguna selalu dekat dengan keluarga dan sahabatnya.
Dari keterangannya, aplikasi ini mulanya digunakan para pengguna gadget untuk menunjukkan lokasi real-time atau terkini pengguna satu dengan yang lainnya, serta menandai tempat favorit dan berkesan para pengguna.
Di dalamnya pengguna juga bisa mengirimkam emoji ke pengguna lainnya. Namun, aplikasi Jagat kemudian menawarkan permainan “Jagat Coin Hunt” atau Koin Jagat yang bisa ditukar dengan total hadiah ratusan juta rupiah.
Pemerintah melalui instansi terkait mengimbau masyarakat Bandung untuk tidak merusak fasilitas taman kota saat mengikuti kegiatan mencari koin yang diselenggarakan oleh salah satu aplikasi tersebut.
Dari hasil investigasi tim Dinas Pertamanan, aktivitas para pengguna aplikasi berburu koin jagat di Bandung tercatat telah menyebabkan kerusakan di sejumlah taman kota yang tersebar di ibukota Jawa Barat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi menyayangkan, kejadian ini. Menurutnya, kreativitas dalam bentuk permainan seperti ini seharusnya tidak dilakukan dengan cara yang dapat merusak lingkungan.
“Memang kreativitas itu boleh dilakukan, tapi tidak sampai merusak taman-taman kota. Apalagi aktivitas mencari koin yang dilempar sembarangan, itu bisa menyebabkan kerusakan pada tanaman dan fasilitas taman lainnya,” ujar Rizki di Balai Kota Bandung, kepada para wartawan.
Rizki mengaku telah berupaya menghubungi pengembang aplikasi tersebut untuk memperbaiki konsep permainan.
“Kami sudah menyampaikan kepada pihak aplikasi agar konsep ini tidak dilakukan di taman kota. Bagaimana pun, kegiatan seperti ini membuat orang mengorek-ngorek tanaman, yang akhirnya merusak taman,” jelasnya.
Menurutnya, kerugian utama berupa kerusakan pada tanaman dan fasilitas taman. Tim penjaga taman, termasuk petugas Park Ranger, terus berupaya memperbaiki kerusakan yang terjadi. Namun, langkah preventif lebih diutamakan dengan memberikan imbauan kepada masyarakat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih menjaga taman-taman kota. Permainan semacam ini mungkin menghibur, tetapi dampaknya sangat merugikan. Kami juga berharap pengembang aplikasi segera merevisi konsep permainannya,” katanya.




