Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Australia Gerah Facebook dan Google Monopoli Bisnis Digital
    News

    Australia Gerah Facebook dan Google Monopoli Bisnis Digital

    July 26, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Australia Gerah Facebook dan Google Monopoli Bisnis Digital

    Perusahaan Google (Foto: Reuters)

    Canberra, Jurnas.com – Pemerintah Australia baru saja merilis laporan berisi rekomendasi penerbitan regulasi terhadap pasar platform digital multinasional, termasuk Google dan Facebook, guna memastikan kesepakatan yang adil untuk bisnis media lokal.

    Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) juga berupaya mendapatkan lebih banyak kontrol terhadap individu, tentang bagaimana data mereka digunakan di platform daring.



    Sebelumnya pemerintah telah menghabiskan waktu 18 bulan untuk menyelidiki dampak mesin pencari digital, platform media sosial, dan agregator konten digital, terhadap keadaan persaingan di pasar media dan layanan iklan.

    Hasilnya, ternyata setiap US$100 yang dihabiskan oleh pengiklan online di Australia, tidak termasuk iklan baris, US$47 jatuh ke Google, US$24 ke Facebook, dan US$29 ke pihak ketiga.

    Baca juga.. :

    • Facebook Didenda AS Rp69 Triliun
    • Gelar Pertemuan Bilateral, RI Perkuat Akses Pasar Pertanian ke Australia
    • Pelajar Australia Bantah Mata-Matai Korut

    Bendahara Josh Frydenberg setuju bahwa peraturan harus diperkuat. Pemerintah akan mengumumkan tanggapannya pada akhir tahun, setelah tiga bulan konsultasi tentang 23 rekomendasi laporan setebal 600 halaman itu.

    “Jangan salah, perusahaan-perusahaan ini termasuk yang paling kuat dan berharga di dunia dan mereka perlu dimintai pertanggungjawaban dan kegiatan mereka harus lebih transparan,” kata Frydenberg kepada wartawan.

    Dikutip dari Associated Press pada Jumat (26/7), Australia telah menemukan “ketidakseimbangan daya tawar” antara bisnis media dalam hubungan mereka dengan Google dan Facebook.

    “Apakah itu cetak, radio atau televisi, konten yang dihasilkan oleh jurnalis dan dimiliki oleh perusahaan media dipertontonkan di media sosial dan mesin pencari, seringkali tanpa perjanjian yang dinegosiasikan tentang bagaimana data dan konten diuangkan dan dibagikan,” ujar Frydenberg.

    Kode etik yang direkomendasikan ACCC dikembangkan dan disahkan oleh regulator antara dua raksasa teknologi global, dan bisnis media lainnya, yang akan memastikan bisnis mengakses ke platform berdasarkan asas keadilan, konsisten, dan transparan.

    “Inti dari laporan penting ACCC ini adalah fokus pada memberikan hasil konsumen dan komersial yang lebih baik. Dan memastikan lanskap media yang aktif, karena berita dan jurnalisme adalah barang publik,” papar dia.

    ACCC juga merekomendasikan kode etik untuk platform digital, sehingga konsumen dapat mengetahui dan mengendalikan data apa yang dikumpulkan, dan bagaimana data itu digunakan.

    Diketahui, lebih dari dari 98 persen pencarian daring melalui perangkat seluler di Australia menggunakan Google. Dari populasi Australia yang berjumlah 25 juta, Facebook memiliki 17 juta pengguna yang terhubung ke platform itu rata-rata 30 menit sehari.

    TAGS : Australia Facebook Google Bisnis Digital

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/56520/Australia-Gerah-Facebook-dan-Google-Monopoli-Bisnis-Digital/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKolom Abu Erupsi Gunung Tangkuban Perahu Capai 200 Meter
    Next Article Gadis yang Dilaporkan Hilang, Akhirnya Ditemukan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.