Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Awal Musim Panen, Harga Kopi Naik Tiga Kali Lipat dari Periode Sebelumnya
    Ekonomi

    Awal Musim Panen, Harga Kopi Naik Tiga Kali Lipat dari Periode Sebelumnya

    April 8, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Awal Musim Panen, Harga Kopi Naik Tiga Kali Lipat dari Periode Sebelumnya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Awal Musim Panen, Harga Kopi Naik Tiga Kali Lipat dari Periode Sebelumnya 2
    Tanaman kopi milik petani di Bangli memasuki awal musim panen. (BP/Dokumen)

    BANGLI, BALIPOST.com – Petani kopi di Kintamani mulai memasuki musim panen. Di awal musim panen tahun ini, harga kopi di tingkat petani mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

    Harga per kilogram kopi mencapai Rp 15 ribu.  Seperti yang diungkapkan petani kopi di Desa Ulian Made Surawan. Dikatakan pada awal musim panen saat ini harga kopi tergolong tinggi.

    “Sekarang sudah naik lagi seribu jadi Rp 16 ribu per kilonya,” ungkapnya, Jumat (7/4).

    Dibandingkan awal musim panen tahun lalu, harga kopi saat ini mengalami kenaikan. Dikatakan Surawan, saat awal musim panen tahun sebelumnya, harga kopi hanya Rp 5 ribu per kilogram. “Sekarang naik tiga kali lipat,” ujarnya.

    Diperkirakan harga kopi akan terus mengalami kenaikan hingga puncak panen. Puncak panen kopi biasanya berlangsung pada bulan Mei-Juni.

    Surawan memprediksi harga kopi saat puncak panen nanti tembus Rp 20 ribu. “Kalau puncak panen tahun lalu, harganya hanya Rp 16 ribu per kilo,” sebutnya.

    Menurut Surawan, kenaikan harga kopi saat ini dipengaruhi produksi yang mengalami penurunan akibat pengaruh cuaca. Dia menyebut penurunan produksi terjadi hingga 60 persen.

    Jelasnya, curah hujan tinggi yang terjadi sekitar bulan Oktober-November tahun lalu menyebabkan pertumbuhan bunga pada tanaman kopi menjadi tidak maksimal. Bunga kopi jadi banyak gugur.

    Imbasnya pertumbuhan buah tidak sesuai harapan. “Sudah dua tahun curah hujan tinggi sekali sehingga produksi kopi di pohon jadi tidak maksimal. Hal itu mnyebabkan harga kopi dua tahun terakhir tinggi,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTesla kembali pangkas harga pasar AS sejak Januari
    Next Article Ramadan dan Idul Fitri, PLN Siagakan Ribuan Posko dan Puluhan Ribu Personel
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.