Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Bank Dunia Sebut 92 Persen Negara Bisa Resesi, Indonesia Salah Satunya
    Ekonomi

    Bank Dunia Sebut 92 Persen Negara Bisa Resesi, Indonesia Salah Satunya

    September 27, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Bank Dunia Sebut 92 Persen Negara Bisa Resesi, Indonesia Salah Satunya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Resesi tidak terelakkan. Bank Dunia alias World Bank menyatakan bahwa 92 persen negara di dunia akan jatuh ke jurang resesi. Salah satunya Indonesia.

    “Untuk 2020, Bank Dunia sudah menghitung. Lebih dari 92 negara akan krisis, negatif pertumbuhannya,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu Jumat (25/9). Penyebab kondisi itu tentu saja pandemi Covid-19.

    “Jadi, di antara itu semua, Indonesia termasuk relatif mild. Mungkin too early kalau Indonesia relatif efektif menangani dampak Covid-19 terhadap perekonomian,” tutur Febrio.

    Menurut dia, fakta bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terpadat di dunia juga menjadi faktor penting terjadinya resesi. Proyeksi Bank Dunia itu membuat pemerintah tak tinggal diam.

    Sejak beberapa waktu lalu, pemerintah memang telah mengantisipasi terjadinya krisis. Dana Rp 695,2 triliun dialokasikan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    Menurut Bank Dunia, program perlindungan sosial RI selama pandemi berjalan efektif. Itu terbukti dari bantuan yang berhasil menjangkau sekitar 90 persen dari total 40 persen kelompok masyarakat miskin Indonesia.

    “Progres perlinsos (perlindungan sosial) kita luar biasa. Dari Rp 103 triliun, lebih dari 58 persen (realisasi anggarannya) tercapai,” terang Febrio.

    Dia menambahkan, sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan ekonomi Indonesia. Berbagai sektor usaha pun bergeliat kembali. Hal itu tecermin dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia dan penjualan ritel yang lebih baik jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Ekonom Danareksa Moekti Prasetiani Soejachmoen menyatakan bahwa resesi yang tak terhindarkan itu bisa diatasi. Caranya, meningkatkan konsumsi rumah tangga (RT).

    Menurut dia, konsumsi rumah tangga adalah tulang punggung ekonomi RI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, porsi konsumsi RT mencapai 57,8 persen dari PDB.

    Namun, Moekti memaklumi jika masyarakat kini cenderung menahan konsumsi. Bahkan, itu akan menjadi lebih ketat saat resesi terjadi. Meski begitu, sebaiknya masyarakat tetap melakukan aktivitas konsumsi. Asalkan dengan perhitungan yang bijak.

    Moekti menjelaskan, survei Danareksa menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat selama pandemi lebih terfokus pada kebutuhan primer. Di antaranya, bahan pokok, listrik, produk multivitamin, dan paket data. Hal itu bisa dimaklumi. Pola konsumsi masyarakat tentu berubah pada masa pandemi.

    Selain itu, bujet untuk makan di luar, pelesir, atau pembelian makanan ringan dikurangi. Hal itu dipicu pendapatan masyarakat yang juga berkurang. “Dengan masyarakat yang mulai mengurangi konsumsi, sebenarnya itu akan memperparah resesi itu sendiri,” ucapnya.

    Karena itu, Moekti mengapresiasi program bansos yang digulirkan pemerintah. Menurut dia, program tersebut harus diperkuat. Sebab, berdasar survei, bansos mampu menurunkan beban pengeluaran rumah tangga.

    Persentase rumah tangga miskin dengan pengeluaran lebih dari Rp 1 juta meningkat sejak realisasi bansos lancar.

     


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAnggota DPD RI Sylviana Murni Positif Covid-19
    Next Article Ribuan peserta ikuti parade sepeda motor di Moskow
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.