Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Banyak Produk Arak Fermentasi Gula, Petani Tuak Mengeluh
    Ekonomi

    Banyak Produk Arak Fermentasi Gula, Petani Tuak Mengeluh

    February 2, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Banyak Produk Arak Fermentasi Gula, Petani Tuak Mengeluh 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Banyak Produk Arak Fermentasi Gula, Petani Tuak Mengeluh 2
    Arak berbahan tuak yang diproduksi petani sulit terjual karena akibat disaingi oleh arak permentasi gula. (BP/Nan)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Semenjak arak dilegalkan, banyak sekali petani maupun pengusaha yang memproduksi arak berbahan fermentasi gula. Hal itu, membuat petani arak berbahan tuak yang sudah lama menekuni kerajinan ini mengeluh.

    Sebab, tuak yang dihasilkan menjadi tak laku akibat banyak pengusaha yang membuat arak fermentasi berbahan gula tersebut. Petani arak berbahan tuak di Desa Telagatawang, mengungkapkan, di satu sisi pihaknya sangat mengapresiasi terkait langkah pemerintah melegalnya arak Bali.

    Tapi, disi lain menjadi sebuah dilema. Pasalnya, dengan legalnya arak, semakin banyak petani maupun para pengusaha yang memproduksi arak fermentasi gula.

    Kondisi itu, membuat petani arak berbahan tuak mengalami penurunan penjualan karena kalah saing dengan arak fermentasi gula. “Di tengah-tengah wabah COVID-19 banyak pesaing yang menjual arak fermentasi gula. Sehingga membuat petani arak berbahan tuak menjadi banyak yang mengeluh. Semenjak adanya wacana arak dilegalkan, bukannya memberi dampak positif bagi petani arak di Desa Telagatawang khususnya di Desa Adat Kebung justru sebaliknya,” ucapnya.

    Sumerta, menambahkan, sejak arak dilegalkan hasil penjualannya justru merosot, hampir tidak laku. Sedangkan pengusaha berbondong-bondong memproduksi arak fermentasi gula.

    Keluhan sama juga dilontarkan I Komang Padma. Padma, menjelaskan, dirinya sebagai pengepul atau pemasok arak merasa kebingungan termasuk petani arak yang lainnya untuk menjual hasil produksi pascabanyaknya petani yang memproduksi arak fermentasi gula.

    Perbekel Desa Telagatawang, I Komang Muja Arsana, tak menampik kondisi itu. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya pesaing baru. “Kami berharap pemerintah dapat memberi perhatian dan solusi kepada masyarakat kami, khususnya petani arak, karena sangat mengkhawatirkan jika keadaan ini terjadi berlarut-larut,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAwali 2021, Bona Beranikan Diri Tampil dengan Lagu Ciptaannya
    Next Article Mawar de Jongh Tampil Mellow dengan “Mesin Waktu”
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.