Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Begini Trik Kementan Dorong Investasi dari Sektor Pertanian
    News

    Begini Trik Kementan Dorong Investasi dari Sektor Pertanian

    May 15, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Begini Trik Kementan Dorong Investasi dari Sektor Pertanian

    Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Barat Kadin Indonesia (Foto: Istimewa)

    Lampung – Untuk mendukung iklim investasi di Indonesia, pemerintah telah menerapkan kebijakan-kebijakan yang mempermudah dan menciptakan daya tarik investor baik dari dalam maupun luar negeri. Sebagai negara agraris, tentunya usaha di sektor pertanian menjadi bidikan tersendiri bagi para investor.

    Demi mendukung hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kemtan) telah membuat kebijakan untuk deregulasi beberapa peraturan yang menghambat proses investasi tanpa menghilangkan kualitas pengelolaan industri pertanian.

    Baca juga : Pemerintah kembali Impor Beras 500 Ribu Ton

    Pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Barat Kadin Indonesia yang diwakili, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, Kementan telah menindaklanjuti Perpres No. 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

    Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Kementan telah melakukan pencabutan Peraturan Menteri Pertanian dan Keputusan Mentan di sektor pertanian (Permentan No. 10/Permentan/RC.200/3/2018) dengan rincian 241 Permentan/Kepmentan telah disesuaikan dengan perkembangan dan memberikan kemudahan dalam pelayanan serta 50 Permentan/Kepmentan dicabut. Selain itu ada beberapa kebijakan lainnya yang membuka ruang bagi investasi.

    Baca juga : Bupati Lampung Tengah Didakwa Suap DPRD Rp9,6 Miliar

    “Kita sudah memangkas sekitar 140-an perizinan, dan itu bisa meningkatkan dunia usaha kita saat ini,” papar Boga.

    “Kita melakukan deregulasi untuk menaikkan investasi dan sampai saat ini, investasi kita samapi dengan deregulasi dilakukan sudah meningkat 42,94 persen,” lanjut Boga dalam penjelasannya.

    Baca juga : Genjot Produktivitas Padi di Lahan Kering, Kementan Kembangkan Inpago 9

    Boga mencatat, sekitar 27,14 persen Produk Domestik Bruto (GDP) berasal dari sektor pertanian. Sementara itu, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, dilakukan beberapa upaya dalam aspek operasional yakni peningkatan ketahanan pangan, swasembada pangan, kedaulatan pangan, dan kesejahteraan petani.

    “Ini kita lakukan beberapa tahap kegiatan misalnya tahun 2015-2018 fokus pada ketahanan (pangan) dan swasembada.Seterusnya kita fokus pada kedaulatan pangan, kemudian kita mengarah pada ekspor menuju peningkatan lesejahteraan petani dan sektor pertanian menjadi sektor yang memberikan devisa kepada negara,” jelas Boga.

    Di tempat yang sama, Ketua Kadin Provinsi Lampung, Muhammad Kadafi menjelaskan betapa pentingnya pengembangan sektor pertanian untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    “Bicara Sumatra tidak lepas dari posisi agraris dimana sektor-sektor wisata kita di pertanian baik itu kopi, lada, dan sebagainya. Ini menjadikan fokus Kadin, bagaimana sektor-sektor pertanian dapat dikembangkan bukan hanya mengekspor produk-produk mentah. Bagaimana lampung siap menciptakan produk (olahan) menjadikan pertumbuhan ekonomi meningkat,” ujar Kadafi.

    Kadafi optimis, sebagai negara agraris Indonesia mampu berbicara banyak di dunia Internasional sebagai negara digdaya dengan menguasai sektor pangan. “Kita sebagai negara agraris, kita kuasai saja 25 persen pangsa pangan otomatis akan menjadi negara digdaya”, jelasnya.

    Beberapa performa positif dari sektor pertanian seharusnya mampu meningkatkan iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi.

    Untuk diketahui, kegiatan Rakorwil Kadin yang diselenggarakan di Lampung ini menghadirkan juga narasumber dari Kementerian Perdagangan Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga dan Didik J.Rachbini Ketua LP3E Kadin.

    TAGS : Kementan investasi pertanian Lampung

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/34409/Begini-Trik-Kementan-Dorong-Investasi-dari-Sektor-Pertanian/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDPP PGK Kecam Aksi Terorisme
    Next Article Malaysian Airlines Diperkirakan "Nyungsep" ke Samudera Hindia
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.