Beri Pengobatan Terbaik, Inul Daratista Kenang Perjuangan Ibunda

Beri Pengobatan Terbaik, Inul Daratista Kenang Perjuangan Ibunda

JawaPos.com-Rufia, ibunda penyanyi dangdut Inul Daratista baru saja menjalani operasi saraf kejepit di RS Pondok Indah. Pemilik ciri khas goyang ngebor itu berkomitmen akan berusaha memberikan pengobatan yang terbaik untuk perempuan yang melahirkannya ke dunia itu.

Dalam unggahan Instagram pribadinya, Inul Daratista menyatakan bahwa ibunya selalu mengeluhkan sakit pada bagian punggung atas saraf kejepit yang dialaminya dan juga keropos pada bagian tulang belakang. Berharap masalah ini cepat berakhir, Inul pun memutuskan melakukan tindakan operasi untuk ibunya.

“Segala cara sudah dilakukan, tapi tetap sakit tiap malam pijat dan kalau bangun juga nahan sakit. Operasi sekalian mumpung alat juga sudah canggih,” tulis Inul di akun Instahgramnya.

Dia pun bersyukur proses operasi ibunya berjalan lancar tanpa ada masalah apapun. Dia pun menyampaikan ucapan terima kasih ke dokter dan pihak rumah sakit yang telah memberikan pelayanan sangat baik.

Menurut penuturan istri Adam Suseno itu, sekitar beberapa tahun lalu ibunya sudah mengalami sakit pada bagian punggung. Belum lagi ada penyakit lain yang diderita ibunda. Seperti farises pada kaki dan batu empedu. Tindakan operasi juga sudah pernah dilakukan sekitar 3 tahun lalu.

Inul Daratista menduga, ibunya kurang sehat di hari tua akibat terlalu memforsir diri dengan bekerja saat masih muda dulu. Itu dilakukannya semata demi memberikan yang terbaik untuk keluarga terutama ke anak-anak.

Diceritakan Inul Daratista, pekerjaan apapun dilakukan dirinya dan ibunda saat masih muda dulu mengingat kehidupan keluarganya susah. Mulai dari menjadi tukang cuci pakaian berbak-bak setiap hari hingga berjualan nasi, kacang, serta rokok.

“Apalagi kita tidak punya rumah sendiri, masih nemplok orang lain. Demi adik-adik juga karena uang hasil bapak menjahit tidak cukup buat kita bertujuh. Jadilah kita kerjane banting tulang,” jelas Inul Daratista.

Inul Daratista sadar memag tidak mungkin dapat membalas semua kebaikan yang telah diberikan ibunya. Namun sebagai anak dia berusaha berbakti dan berkomitmen memberikan yang terbaik untuk ibunya. “Semoga kita termasuk anak-anak yang berbakti meskipun yang apa yang berikan tidak ada apa-apanya dibanding pengorbanannya selama ini,” tuturnya. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Abdul Rahman


Credit: Source link

Related Articles