Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Berkunjung ke Museum dengan Cara yang Lebih Kekinian
    Lifestyle

    Berkunjung ke Museum dengan Cara yang Lebih Kekinian

    October 22, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Berkunjung ke Museum dengan Cara yang Lebih Kekinian 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pernah berkunjung ke museum? Mungkin banyak yang beranggapan museum terkesan jadul. Namun, sebenarnya tak sedikit museum di Indonesia yang terus berinovasi. Salah satu tujuannya agar generasi muda mau mengenal sejarah lewat cara yang kekinian.

    —

    TANGGAL 12 Oktober lalu merupakan Hari Museum Nasional. Coba diingat-ingat, sudah berapa banyak museum di Indonesia yang pernah Anda kunjungi? Sebelum berkunjung, ada baiknya mengecek skedul atau program khusus yang terdapat di museum yang akan dituju. Beberapa poin berikut bisa menjadi pengingat sebelum kembali ke museum.

    Cek Skedul Museum

    Perhatikan jam operasional museum agar kunjungan bisa lebih optimal. Cek pula di website maupun media sosial resmi museum, apakah ada informasi khusus. Misalnya, ditutup sementara untuk renovasi atau perlu reservasi untuk kegiatan tertentu. Sebagai contoh, di Museum Konperensi Asia Afrika, Bandung, pengunjung bisa melakukan reservasi secara online. Setelah itu, tinggal datang pada tanggal dan jam yang sudah dibuat.

    Tidak Merusak Koleksi

    Museum sarat akan benda-benda koleksi yang bernilai tinggi, peninggalan sejarah, hingga mahakarya. Maka, patuhi aturan selama berada di dalam museum. Di antaranya, tidak menyentuh koleksi, terlebih bila sudah diberi tanda larangan menyentuh. Peraturan itu tidak hanya berlaku bagi pengunjung, tetapi juga pengelola museum. Pengelola baru boleh menyentuh benda bersejarah saat proses pemeliharaan. Dalam momen tertentu, beberapa museum memberi kesempatan pengunjung melihat proses perawatan koleksi museum. Bagaimana pengaturan suhu, kelembapan, hingga penyinarannya agar koleksi yang usianya sudah puluhan tahun itu terjaga.

    Museum adalah wisata edukasi yang terbuka untuk semua kalangan. Termasuk anak-anak. Namun, harus dengan pendampingan orang tua, ya. Bila yang berkunjung adalah rombongan siswa, harus dengan pendampingan guru. Hati-hati saat berjalan, tidak berlari atau tergesa-gesa, karena dikhawatirkan menyenggol koleksi yang dipajang.

    Eksplorasi Beragam Aktivitas

    Tidak hanya menyimak koleksi museum, optimalkan kunjungan dengan mengeksplorasi kegiatan. Bisa dicek di website, media sosial, atau tanyakan kepada petugas. Misalnya untuk menyemarakkan Hari Museum Nasional, Museum KAA mengadakan workshop edukasi, fotografi, dan vlogging.

    Ada pula museum treasure hunt yang melibatkan situs bersejarah lain di Kota Bandung. Antara lain Museum Sri Baduga, Rumah Bersejarah Inggit Garnasih, Museum Pos Indonesia, Museum Geologi, dan Museum Gedung Sate. Setiap kelompok diberi pertanyaan yang jawabannya ada di museum-museum tersebut. Dalam proses mencari jawaban, setiap kelompok membuat video pengalaman hunting semenarik mungkin. Video itu jadi salah satu upaya untuk mempromosikan museum kepada masyarakat.

    Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

    Patuhi prokes yang diterapkan. Misalnya, di Museum Konperensi Asia Afrika (KAA). Pertama, pengunjung memindai barcode melalui aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk. Kedua, jumlah rombongan dibatasi maksimal 30 orang. Itu dilakukan supaya tidak terjadi kerumunan. Ketiga, pengunjung wajib memakai masker dari awal tur sampai akhir. Kalaupun berfoto, pengunjung tetap harus pakai masker. ’’Sejauh ini, tidak ada yang mengeluh ribet dengan protokol kesehatan ini. Di tempat lain saya rasa prokesnya juga sama,’’ ujar Kepala UPT Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi.

    Tur Virtual

    Seiring perkembangan teknologi ditambah efek pandemi, beberapa museum bisa dikunjungi virtual. Museum KAA, salah satunya. Pengunjung yang melakukan tur secara virtual juga bisa berinteraksi dengan pengelola museum.

    Meski ada layanan virtual museum, berkunjung langsung ke museum tetap menjadi pilihan utama. Tak jarang, kita bisa merasakan seolah-olah ditarik mesin waktu ke puluhan tahun silam. Sebab, tak hanya menyimpan koleksi sejarah, museum juga saksi sejarah. Museum Konperensi Asia Afrika, misalnya, yang berada di lokasi berlangsungnya KAA pada 1955. Dengan datang langsung, pengunjung akan mendapatkan experience yang berbeda jika dibandingkan dengan virtual.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTruk otonom China hadirkan efisiensi lingkungan pelabuhan di Thailand
    Next Article Polri Diminta Usut Dugaan Tindak Pidana Impor Bahan Obat Sirop
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.