Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»BI Prediksi Inflasi Akibat Kenaikan Harga BBM Tembus 6 Persen
    Ekonomi

    BI Prediksi Inflasi Akibat Kenaikan Harga BBM Tembus 6 Persen

    September 22, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    BI Prediksi Inflasi Akibat Kenaikan Harga BBM Tembus 6 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan meningkat sebesar 1,8 persen hingga 1,9 persen. Sehingga, inflasi tercatat akan mencapai 6 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada akhir tahun 2022.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan harga BBM sangat berimbas terhadap naiknya harga tarif angkutan sebagai sektor yang terdampak langsung atau first round effect.

    Selain itu, berdampak pada gejolak harga barang karena secara tidak langsung atau second round effect.

    “Biasanya, dampaknya ini akan berlangsung kurang lebih sekitar 3 bulan ke depan,” kata Perry Warjiyo saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/9).

    Ia juga menyebut, berdasarkan pemantauan harga oleh Bank Indonesia untuk September 2022 inflasi akan naik menjadi 5,89 persen secara tahunan. Nilai tersebut lebih tinggi dari bulan Agustus yang tercatat pada level 4,69 persen.

    “Yang tertinggi tentu saja bulan ini, karena dampak langsung dari penyesuaian harga subsidi dan juga tentu saja karena tarif angkutan meski tarif angkutan belum semuanya,” ujar dia.

    Meski demikian, Perry menjamin bahwa BI akan terus melakukan upaya untuk meredam inflasi yang terjadi. Diantaranya dengan mengerek suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) pada bulan September.

    Selain itu, BI juga akan terus bersinergi melakukan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID). Salah satunya memperkuat efektivitas pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

    “Sehingga nantinya inflasi akan kembali menurun sesuai target 3 persen plus minus 1 persen pada paruh kedua 2023,” pungkasnya.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : R. Nurul Fitriana Putri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDwi Sasono-Prisia Nasution Kaget Anoksia Masuk World Cinema Week 2022
    Next Article Perkuat Bisnis Bauksit, Antam Fokus Perluas Pasar Domestik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.