Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Bintang NBA Dibuang Ayahnya Gegara Kritik Erdogan
    News

    Bintang NBA Dibuang Ayahnya Gegara Kritik Erdogan

    November 11, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Bintang NBA Dibuang Ayahnya Gegara Kritik Erdogan

    Enes Kanter (Foto: WSJ)

    New York, Jurnas.com – Pemain NBA Boston Celtic, Enes Kanter menyimpan kisah kelam saat menjadi warga negara Turki. Akibat berbagai kritiknya yang pedas terhadap Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dia kehilangan kewarganegaraannya.

    Dikutip dari Wall Street Journal (WSJ) pada edisi 8 November 2019, pada suatu waktu Kanter membeberkan keburukan Presiden Erdogan di Twitter. Dia menyebut penguasa Turki itu dengan sebutan `Hitler Abad Ini`.

    Cuitan Kanter berlanjut dengan pernyataannya soal hakim, jaksa, dan wartawan yang dipenjara, karena upaya kudeta gagal pada Juli 2016. Tidak hanya itu, sejumlah surat kabar dan sekolah ditutup oleh pemerintah.

    “Saat ini, 17.000 perempuan tak bersalah berada di penjara bersama bayi-bayinya,” kata Kanter kepada WSJ.

    “Turki memenjarakan lebih banyak jurnalis dari pada negara lain. Yang itu membuat saya sangat kesal. Tidak ada kebebasan berbicara. Lebih dari 6.000 akademisi telah kehilangan pekerjaan mereka. Salah satunya ayah saya,” lanjut dia.

    Baca juga.. :

    • Erdogan Desak AS Serahkan Pimpinan Teroris kepada Turki
    • Trump Instruksikan Cabut Sanksi Turki
    • Digambarkan Sebagai Pembasmi Etnis, Turki Kecam Majalah Prancis

    Kritiknya terhadap Erdogan berbuah pahit. Pada 2016 silam, anggota keluarganya dilarang meninggalkan Turki. Bahkan ayahnya sendiri, pada Agustus 2016 menulis surat terbuka yang menyatakan bahwa dia pro-pemerintah, dan malu memiliki Kanter sebagai anaknya.

    “Saya meminta maaf kepada presiden kami. Orang-orang Turki malu memiliki anak seperti itu,” kata sang ayah dalam surat kabar Turki kala itu.

    Pernyataan itu tak membuat ayah Kanter aman. Sebulan setelanya, ayahnya dipecat dari jabatannya di Universitas Istanbul. Sedangkan adik perempuannya yang berprofesi sebagai dokter tidak diterima di manapun.

    Walhasil, Kanter yang terbuang tetap berkarir di Amerika Serikat. Tapi pada 2017 lalu, pemerintah Turki mencabut paspornya. Sejumlah saluran televisi di Turki juga menolak menayangkan pertandingan Trail Blazers, tim basket Kanter saat itu.

    Untuk diketahui, ketertarikan Kanter pada basket terlihat sejak usia 13 tahun. Kendati awalnya menekuni olahraga sepak bola, Kanter bosan karena hanya bertugas sebagai penjaga gawang. Akhirnya pada usia 17 tahun dia hijrah ke AS untuk berkarir basket.

    Pada 2011, Kanter direkrut oleh Utah Jazz. Pemain bertubuh jangkung itu kemudian bermain dengan sejumlah klub, mulai dari Oklahoma City Thunder (2015-2017), New York Knicks (2017-2019), Portland Trail Blazers (2019), dan terakhir Celtics sejak Juli 2019 dengan banderol US$10 juta.

    Kanter kini juga menjadi buronan pemerintah Turki. Jaksa penuntut di Istanbul menuduh bahwa Kanter termasuk dalam gerakan Hizmet Fethullah Gulen, sosok ulama yang dianggap Erdogan sebagai dalang kudeta gagal pada 2016 lalu.

    Awal tahun ini, Turki bahkan mengeluarkan Pemberitahuan Merah Interpol untuk Kanter, yakni surat perintah penangkapan internasional, serta menandai bintang NBA itu sebagai teroris.

    “Jika (pemerintah Turki) melihat pesan saya, mereka (keluarga saya) pasti akan dipenjara,” ungkap Kanter saat menyinggung soal pengawasan pemerintah terhadap komunikasi keluarganya.

    Kanter mengakui bahwa dia memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen, yang saat ini berada di Pennsylvania, AS. Setiap kali dia mengunjungi ulama yang kerap menyuarakan Islam moderat tersebut, Kanter merasa damai.

    “Setiap kali saya pergi ke sana, ini adalah waktu yang sangat damai bagi saya. Amerika telah memberi saya banyak, tetapi Anda masih ingin bergaul dengan orang-orang yang tahu bahasa Anda, tahu budaya Anda, makan makanan Turki,” tutur dia.

    TAGS : Enes Kanter Bintang NBA Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/62263/Bintang-NBA-Dibuang-Ayahnya-Gegara-Kritik-Erdogan/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLedakan Bom Irak Lukai Lima Militer Italia
    Next Article Wacana Pilkada dipilih DPRD, Ketua MPR : Kalau Banyak Mudharatnya Lebih Baik Dievaluasi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.