Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Buang Bunga Pacar Air, Petani Badung Viral di Medsos
    Ekonomi

    Buang Bunga Pacar Air, Petani Badung Viral di Medsos

    October 5, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Buang Bunga Pacar Air, Petani Badung Viral di Medsos 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Buang Bunga Pacar Air, Petani Badung Viral di Medsos 2
    Bunga pacar air. (BP/dok)

    MANGUPURA, BALIPOST.com – Petani bunga pacar air yang membuang hasil panennya lantaran harga jual anjlok viral di media sosial (Medsos). Foto yang diunggah Kamis (1/10) terlihat bunga pacar yang masih segar ditaburkan sebagai pupuk.

    Dalam unggahan tersebut berisi dengan keterangan foto “begini nasib petani bunga pacar (pacah) di daerah Sembung, Mengwi. Bunga yang sangat bagus dan baik untuk canang, karena kondisi sekarang, hanya dijadikan sebagau pupuk organik. Semoga ada solusi bagi mereka-mereka yang berjuang di tengah pandemi seperti ini.”

    Kadis Pertanian Badung, I Wayan Wijana saat dikonfirmasi Senin (5/10) mengatakan belum mendapat laporan adanya petani bunga mengeluhkan hasil panennya. Namun demikian, pihaknya tak mau tinggal diam dan meminta jajaranya menelusuri kebenaran informasi tersebut.

    “Penelusuran kami tidak ada petani yang membuang bunga ini, karena masih ada harga, kemungkinan dibuang oleh pedagang yang membeli saat harga lebih mahal dari harga sekarang dan kondisinya sudah tidak segar lagi,” ungkapnya.

    Namun demikian, pihaknya tidak menampik jika harga bunga anjlok pascahari Raya Kuningan. Berdasarkan informasi harga pasar bunga pacar ditingkat petani saat ini bekisar Rp 3.000 per Kg hingga Rp 5.000 per Kg. Sedangkan, saat hari raya bisa mencapai Rp 25.000.

    “Harga bunga pacar kebetulan saat ini permintaan kecil, karena upacara keagamaan baru saja berlalu otomatis harga akan turun,” ujarnya.

    Pihaknya juga mengakui, harga pertanian sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar, sehingga sulit untuk dikontrol. “Memang harus kami akui fluktuasi produk pertanian itu sangat tinggi. Jika permintaan tinggi harga akan meningkat,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBegini Penampakan KRL Pengganti Prameks – KRJOGJA
    Next Article Indonesia Tak Bisa Kalahkan Investasi Vietnam dengan RUU Cipta Kerja
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang
    • Apakah Prompt AI Bisa di Hak Cipta? Ini yang Perlu Diketahui Kreator
    • Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.