Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Budidaya Tembakau di Buleleng Terancam Punah
    Ekonomi

    Budidaya Tembakau di Buleleng Terancam Punah

    August 22, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Budidaya Tembakau di Buleleng Terancam Punah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Budidaya Tembakau di Buleleng Terancam Punah 2
    Budidaya – Akibat pandemi Covid-19, petani menghentikan budidaya Tembakau Virginia karena dua perusahaan mitra petani menutup usahanya. Kini budidaya ini maish bertahan, namun petani mengganti jenis tembakau yang mereka budidayakan dengan Tembakau Rajangan. (BP/Mud)

    SINGARAJA, BALIPOST.com – Jika tahun-tahun sebelumnya, Buleleng menjadi daerah penghasil tembakau, namun belakangan ini budidaya itu sebagian besar terhenti. Ini tak bisa dihindari, karena dua perusahaan yang sebelumnya bermitra dengan petani pembudidaya memilih untuk menghentikan usahanya karena dampak pandemi Virus Corona (Covid-19). Situasi ini membuat budidaya tembakau yang menjadi tanaman sela selain menanam padi, sekarang kondisinya terancam punah.

    Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Made Sumiarta didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Made Agus Adnyana, Senin (22/8) membenarkan hal tersebut.

    Kadistan Made Sumiarta menyebut, sejak budidaya ini digeluti, dua perusahaan yang bermitra dengan petani sebelumnya adalah Gudang Garam (GG) dan Beringin Bali (BB). Kedua perusahaan ini sejak lama telah bekerjasama dengan petani di beberapa desa di Buleleng untuk membudidayakan Tembakau Virginia. Sejak perekonomian terganggu karena dampak Covid-19, kedua perusahaan itu lantas menghentikan kerjasamanya.

    Sejak itu, petani tak lagi menanam Tembakau Virginia sampai sekarang. Keputusan tak lagi menanam tembakau diambil, karena kalau petani membudidayakan secara mandiri, sebagian besar petani tak memiliki modal untuk tetap membudidayakan Tembakau Virginia. Apalagi, budidaya ini dikenal dnegan istilah budidaya kaya modal dan padat kerja. “Sejak pandemi Covid-19 itu dua perusahaan yang bermitra dengan petan kita tak lagi menanam, sehingga kondisi ini membuat petani tidak lagi membudidayakan Tembakau Virginia dan mengganti dengan tanaman palwija lain,” katanya.

    Menurut Kadistan Made Sumiarta, petani biasnaya membudidayakan tembakau ini sebagai tanaman sela setelah dua kali menanam padi. Sejak tembakau tak lagi ditanam, petani sekarang memilih untuk menanam palawija seperti jagung, kedelai, dan tanaman kacang-kacangan lainnya. Menyusul situas ini, budidaya Tembakau Virginia yang dulu menjadi komuditas pertanian andalan di Buleleng, sekarang berada pada kondisi terancam punah. “Saat ini ada beberapa petani yang masih membudidayakan, hanya saja varietasnya bukan Tembakau Virginia, tetapi duganti dengan jenis Tembakau Rajangan,” jelasnya.

    Kadistan Made Sumiarta menambahkan, budidaya Tembakau Rajangan itu merupakan budidaya mandiri dan sekala kecil. Budidaya ini dilakukan oleh kelompok tani (Poktan) Sari Daun Pertiwi di Desa Patemon, Kecamatan Seririt. Musim tanam tahun 2021 lalu, luas lahan budidayanya tercatat seluas 42 hektar. Dari luas lahan itu, produksi setiap 1 hektar lahan tercatat 1.400 kilogram, sehingga pada tahun itu, Buleleng masih bisa memproduksi Tembakau Rajangan sebanyak 28 ton.

    Capaian produksi itu, membuat petani terus bertahan dengan tetap membudidayakan Tembakau Rajangan. Musim tanam tahun ini luas budidayanya bertambah menjadi 50 hektar. Dengan tambahan luas lahan itu, Kadistan Sumiarta mengaku optimis produksi tembakau akan meningkat dan yang paling penting adalah mempertahankan budidaya tembakau ini tetap ada dan terhindar dari kepunahan. “Mudah-mudahan saja tidak sampai punah, dan kami yakin dari budidaya Tembakau Rajangan ini akan menambah kapasitas produksi, dan tujuan kita adalah untuk tetap mempertahankan budidaya tembakau jangan smapai punah,” tegas Kadistan Sumiarta sembari diiyakan Kabid Perkebunan Agus Adnyana. (Mudiarta/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJurus ampuh untuk Bunda Bebas Drama ketika Anak Susah Makan
    Next Article Honda jual 1.965 mobil selama GIIAS 2022, Brio tetap primadona
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.