Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Budidaya Tembakau Virginia di Buleleng Punah
    Ekonomi

    Budidaya Tembakau Virginia di Buleleng Punah

    March 27, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Budidaya Tembakau Virginia di Buleleng Punah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Budidaya Tembakau Virginia di Buleleng Punah 2
    Made Sumiarta. (BP/Ant)

    SINGARAJA, BALIPOST.com – Budidaya Tembakau Virginia sejak beberapa tahun sebelumnya menjadi salah satu komoditas andalan bagi sektor pertanian di Buleleng. Pada masa jayanya, budidaya ini dikenal sebagai usaha tani yang padat modal dan padat karya. Sayang, sejak tahun 2019 lalu, petani di daerah ini tak lagi menanam Tembakau Virginia. Bahkan, dengan penghentian ini, sekarang Buleleng kehilangan komoditas andalan tersebut.

    Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Buleleng Made Sumiarta, Senin (27/3), tidak menampik kalau budidaya Tembakau Virginia di daerahnya telah punah.

    Sumiarta menyebutkan, budidaya ini sebelumnya banyak digeluti oleh petani. Bahkan, karena pesatnya perkembangan, kemudian bermunculan kelompok petani tembakau hingga terbentuk organisasi yang dikenal bernama (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

    Tembakau Virginia ini sendiri dibudidayakan oleh petani sebagai tanaman sela setelah menanam padi. Biasanya, penanaman dilakukan menginjak musim kemarau. Sejak ditemukan hingga berkembang pesat, sistem budidaya ini dijalankan dengan kerjasama antara kelompok petani dengan perusahaan mitra kerja. Dengan kerjasama itu, petani menyiapkan lahan, kemudian benih, pupuk, obat-obatan ditanggung pihak perusahaan. Kemudian hasil panen tembakau dibeli oleh perusahaan mitra terkait.

    “Dulu berkembang pesat dan ini menjadi tanaman sela setelah lahan sawah ditanami padi. Polanya kerjasama antara petani dengan perusahaan, dan selama pengembangannya cukup memberikan keuntungan bagi petani, namun budidaya ini juga perlu modal cukup dan ini ditutup dari kerjasama dengan perusahaan mitra itu sendiri,” katanya.

    Memasuki tahun 2019 silam tepatnya bersamaan dengan wabah pandemi Virus Corona (Covid-19), budidaya Tembakau Virginia di Bali Utara mulai terdampak. Semua perusahaan menghentikan kerjasamanya dengan kelompok petani. Karena petani tergantung dengan kerjasama dari perusahaan, sehingga penghentian kerjasama itu membuat petani tidak bisa berkutik dan mau tidak mau harus menghentikan menanam.

    Sementara, kalau budidaya dilakukan dengan mandiri, petani sendiri tidak mampu melakukan hal itu. Pasalnya, sejak ditemukan budidaya ini perlu modal “segar” yang cukup dan banyak menyerap tenaga kerja. Sejak kerjasama distop, sekarang petani beralih tetap menanam padi walaupun itu menginjak pada musim kering. Beberapa kelompok subak saja yang menanam palawija seperti kacang-kacangan, sayur, dan menanam jagung sebagai penyela setelah menanam padi. “Dari dulu budidaya ini dikenal dengan padat modal dan padat karya, dan sejak kerjasama dihentikan, petani sendiri tidak memilih ikut berhenti menanam dan skema budidaya mandiri tidak memungkinkan dilakukan, sehingga memang budidaya ini sudah tak ada lagi,” jelasnya. (Mudiarta/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleNikita Mirzani Kembali Sindir PSK, Bebizie: Ingat, Puasa Mbak
    Next Article Gwyneth Paltrow Bantah Lakukan Tabrakan di Resor Ski
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.