Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Bukan Lagi Sebagai Pelengkap Rumah Tangga, Perempuan Indonesia Berdaya
    Lifestyle

    Bukan Lagi Sebagai Pelengkap Rumah Tangga, Perempuan Indonesia Berdaya

    April 21, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Bukan Lagi Sebagai Pelengkap Rumah Tangga, Perempuan Indonesia Berdaya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Tak bisa dipungkiri, agar perempuan bisa mencapai semangat kesetaraan gender, kaum hawa dibayangi pengaruh budaya. Budaya timur seperti di Asia Tenggara, menilai perempuan sebagai pelengkap rumah tangga atau kaum nomor dua. Dalam peringatan hari Kartini pada 21 April, perempuan Indonesia diminta meneladani semangat Kartini untuk terus maju, sejajar dengan pria.

    Hal itu diungkap oleh Pegiat Perempuan Anindia Restuviani dari Jakarta Feminist dan Duta Besar Canada Mission Ambassador Diedrah Kelly baru-baru ini saat berbincang dengan JawaPos.com. Mereka mengakui bahwa pengaruh budaya menjadi tantangan yang dihadapi.

    Pegiat Perempuan Anindia Restuviani dari Jakarta Feminist menilai, selama ini beberapa tantangan budaya membuat perempuan justru semakin maju untuk tidak lagi menjadi kelompok nomor dua. Memang ada budaya Konco Wingking dalam tradisi budaya masyarakat Indonesia. Istri dianggap sebagai pelengkap rumah tangga seorang suami. Yang diurus hanyalah masalah-masalah seputar kasur, dapur, dan sumur.

    Baca Juga: Bukan Lagi Kaum Nomor Dua, Perempuan Kini Bisa Sejajar dengan Pria

    “Kewajiban seorang isri hanyalah macak, masak, mlumah, manak, dan momong anak. Istri yang mampu melakasanakan lima kewajiban terhadap suami itu,akan dipujinya sebagai istri sejati. Namun kini sudah bicara bagaimana kita secara bersama untuk mengutamakan kesetaraan gender,” tegas Anindya.

    “Jangan diskriminasi perempuan jadi orang kaum nomor dua, ini adalah tanggung jawab kita dan bagaimana pria harus mengerti soal itu,” kata Anindya.

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleStrategi Bangli Perkuat Ekonomi, Genjot Pertanian Hulu ke Hilir
    Next Article Pendengar yang Baik, 4 Zodiak Ini Berhati Lembut dan Berempati
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.