Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Chatib Basri Prediksikan Perekonomian RI Baru akan Pulih 2 Tahun Lagi
    Ekonomi

    Chatib Basri Prediksikan Perekonomian RI Baru akan Pulih 2 Tahun Lagi

    November 10, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Chatib Basri Prediksikan Perekonomian RI Baru akan Pulih 2 Tahun Lagi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Sejumlah pengamat yakin, Indonesia telah melewati fase sulit akibat pandemi Covid-19. Kendati demikian, memulihkan perekonomian bukanlah perkara mudah. Sampai saat ini, pemerintah masih berupaya mengendalikan dampak kesehatan dan perekonomian gara-gara pandemi.

    Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri memproyeksikan bahwa perekonomian RI baru pulih dua tahun lagi. “Kalau bikin hitungan sederhana dari vaksin dan macam-macam, ekonomi Indonesia baru normal itu pada 2022,” ungkapnya dalam konferensi virtual Senin (9/11).

    Setelah pulih itulah, menurut dia, pemerintah baru bisa bicara soal ekspansi bisnis, investasi swasta, dan sebagainya. Secara umum, penanganan pandemi sangat menentukan sukses tidaknya pemulihan ekonomi. Sebab, pandemi masih akan menjadi hambatan pada laju investasi.

    Chatib yang juga mantan kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) tidak yakin investasi swasta akan naik signifikan tahun depan. Sebab, pandemi yang terjadi saat ini membuat seluruh masyarakat harus menaati protokol kesehatan dengan ketat. Artinya, aktivitas ekonomi tidak bisa berjalan 100 persen.

    Karena itulah, peran pemerintah amat dibutuhkan. Terutama lewat stimulus dan insentif kepada para pelaku usaha. “Intervensi pemerintah sangat perlu. Misalnya, BBM fosil tidak bisa lagi disubsidi. Jika itu terus disubsidi, orang akan terus konsumsi BBM fosil,” kata Chatib. Ketika harga minyak relatif rendah, menurut dia, pemerintah harus melepas subsidi. Lantas, uangnya bisa dialokasikan ke sektor kesehatan atau sektor renewable.

    Pada kesempatan yang sama, pengamat pajak Bawono Kristiaji menyatakan bahwa pemerintah agresif menggeber berbagai stimulus dan insentif pada era pandemi. Ke depan, perlu ada skema insentif yang berbeda pada fase pemulihan (initial recovery) dan pasca pemulihan (maintenance).

    Pemerintah, lanjut Bawono, juga harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Sebab, jika terburu-buru, justru fasilitas perpajakan itu kurang optimal.

    “Perlu dibuat instrumen insentif yang terukur. Di sisi lain, penting juga bagaimana insentif tidak hanya berupa penurunan tarif, tapi juga menciptakan kemudahan dan kepastian berusaha,” katanya.

    Terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi dilakukan dengan tepat. Dua aspek kebijakan itu pun direalisasikan dengan seimbang.

    “Apa yang dilakukan pemerintah, seluruhnya sudah berada pada jalur yang benar atau on the right track,” tegasnya Senin.

    Ketum Partai Golkar itu menyebut rock bottom perekonomian telah terlewati. Itu terlihat dari membaiknya pertumbuhan ekonomi kuartalan. “Pengungkitnya adalah pertanian yang selalu positif. Tetapi, pengungkit terbesar karena kontribusi terhadap PDB-nya 19,86 persen sektor industri,” ujar Airlangga.

    Dia juga menjamin insentif dari pemerintah bakal dilanjutkan hingga 2021. Pemerintah juga telah menyiapkan stimulus untuk tahun depan sama dengan tahun ini. Prioritas stimulus itu adalah kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, korporasi, dan juga kementerian dan lembaga (K/L).

     

    PERTUMBUHAN EKONOMI 2020

    Q1: 2,97 persen

    Q2: Minus 5,32 persen

    Q3: Minus 3,49 persen

    PERTUMBUHAN PDB MENURUT LAPANGAN USAHA

    Sektor | Capaian

    Pertanian | 2,15 persen

    Pertambangan dan penggalian | Minus 4,28 persen

    Industri Pengolahan | Minus 4,31 persen

    Konstruksi | Minus 4,52 persen

    Perdagangan dan reparasi | Minus 5,03 persen

    Transportasi | Minus 16,70 persen

    Akomodasi dan mamin | Minus 11,86 persen

    Lainnya | Minus 4,07 persen

    PERTUMBUHAN PDB MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

    Sektor | Capaian

    Konsumsi rumah tangga | Minus 4,04 persen

    Konsumsi LNPRT | Minus 2,12 persen

    Konsumsi pemerintah | 9,76 persen

    PMTB | Minus 6,48 persen

    Ekspor | Minus 10,82 persen

    Impor | Minus 21,86 persen

    Sumber: BPS


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBandara Soekarno-Hatta Padat, 188 Penerbangan Delayed Hari ini
    Next Article Berbagai Indikator Membaik, Masa Sulit Perekonomian RI Segera Berlalu
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.