Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»COVID-19 pada Mereka ini Berisiko Ganggu Jantung
    Lifestyle

    COVID-19 pada Mereka ini Berisiko Ganggu Jantung

    August 22, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    COVID-19 pada Mereka ini Berisiko Ganggu Jantung 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    indopos.co.id – Para pasien COVID-19 yang sebelumnya sudah memiliki hipertensi, atau ada riwayat penyakit jantung dan stroke serta diabetes berisiko terganggu kondisi jantung yang bisa membahayakan nyawa.

    “COVID-19 bisa involve jantung kita dan kalau sampai kena jantung kita ini sangat berbahaya,” ujar dokter spesialis jantung dari Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura, Nikolas Wanahita, dalam webinar, Jumat (21/8/2020).

    Manifestasi di jantung akibat COVID-19 bisa gagal jantung, aritmia atau masalah irama jantung, kerusakan otot jantung karena serangan jantung atau ada penyumbatan di koroner atau inflamasi di otot jantung.

    Selain jantung, pasien juga bisa terkena stroke karena penggumpalan darah di otak dan penggumpalan darah di paru-paru. “Semua ini komplikasi yang serius,” kata Nikolas.

    Nikolas mengatakan, virus SARS-CoV-2 bukan hanya satu-satu yang merusak jantung, tetapi juga sistem imunitas akibat viral load dalam jumlah banyak. Viral load diasosiasikan dengan keparahan infeksi COVID-19 pada seseorang. Inilah salah satunya yang bisa menjadi faktor adanya orang-orang dengan COVID-19 bisa tanpa gejala, bergejala ringan atau justru parah.

    “Jika viral load masuk banyak, mungkin juga karena imunitas kurang kuat, terjadi badai sitokin berlebihan. Ada enzim karena sitokin naik, menyebabkan sebabkan inflamasi, hipertensi, darah menjadi kental, ketiganya ini yang menyebabkan jantung jadi bermasalah,” ujar Nikolas.

    Penggumpalan darah ini juga bisa terjadi di otak dan meningkatkan angka kejadian stroke yang dipicu COVID-19.

    Menurut Nikolas, tes D-Dmer bisa membantu mendeteksi orang-orang yang kemungkinan atau rawan mengembangkan masalah dengan gumpalan darah.(ant)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSeks Menyimpang Bernama Fetish, Menghidupkan Imajinasi pada Sebuah Benda
    Next Article Tambahan Pasien COVID-19 Nasional Lampaui Kasus Baru, Di Atas 2.000 Orang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya (Ilustrasi/AI)

    Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya

    June 11, 2026
    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.