Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Dari Rencana Tol Gilimanuk Gerus Lahan Produktif hingga Komponen Melekat di KRI Nanggala-402 Ditemukan
    News

    Dari Rencana Tol Gilimanuk Gerus Lahan Produktif hingga Komponen Melekat di KRI Nanggala-402 Ditemukan

    April 25, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dari Rencana Tol Gilimanuk Gerus Lahan Produktif hingga Komponen Melekat di KRI Nanggala-402 Ditemukan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dari Rencana Tol Gilimanuk Gerus Lahan Produktif hingga Komponen Melekat di KRI Nanggala-402 Ditemukan 2
    Petani sedang berada di lahan pertaniannya. (BP/dok)
    Dari Rencana Tol Gilimanuk Gerus Lahan Produktif hingga Komponen Melekat di KRI Nanggala-402 Ditemukan 3

    DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Sabtu (24/4), sejumlah peristiwa terjadi. Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online. Ini, cuplikan peristiwa dan link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

    1. Rencana Tol Gilimanuk Gerus Lahan Produktif, Ancam Ketahanan Pangan Bali

    DENPASAR, BALIPOST.com – Sektor pertanian di Bali kembali digaungkan di tengah dampak pandemi COVID-19. Namun, di tengah gencarnya sektor pertanian ingin dibangkitkan, ternyata lahan pertanian Bali setiap tahunnya hilang sekitar 2.800 hektare (Ha).

    Rencana megaproyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang menggerus lahan produktif dikhawatirkan akan mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan di Bali. “Sawah di Bali sudah hilang 2.800 hektare per tahun. Jangan dipercepat lagi. Bahaya bagi ketahanan pangan dan kedaulatan pangan,” tegas Guru Besar Pertanian Universitas Udayana, Prof. Wayan Windia, Kamis (22/4).

    Selengkapnya baca di sini

    2. Ketersediaan Oksigen di KRI Nanggala-402 Disebut Bisa Dihemat dengan Cara Ini

    JAKARTA, BALIPOST.com – Ketersediaan oksigen di KRI Nanggala-402 disebut hanya bertahan 72 jam sejak hilang kontak. Jadi diprediksi sejak hilang kontak pada Rabu (21/4) pukul 03.00 WITA, oksigen akan habis pada Sabtu (24/4) pukul 03.00 WITA.

    Namun, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono menyebutkan ABK KRI Nanggala-402 bisa melakukan penghematan oksigen. Dilansir dari Kantor Berita Antara, ia mengatakan hal itu sudah sesuai prosedur. “Mereka akan melakukan prosedur penghematan,” kata Julius.

    Selengkapnya baca di sini

    3. Penurunan Semu Kasus COVID-19 di Indonesia Bisa Picu Badai Pandemi Seperti India

    BANJARMASIN, BALIPOST.com – Ledakan kasus COVID-19 di India membuat sejumlah negara, termasuk Indonesia, membatasi masuknya orang dari negara itu. Kondisi di India ini dikhawatirkan bisa terjadi di Indonesia karena semunya penurunan kasus COVID-19 saat ini.

    Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19, Hidayatullah Muttaqin SE, MSI, Pg.D, dikutip dari Kantor Berita Antara mengatakan penurunan semu kasus COVID-19 di Indonesia bisa saja memicu badai pandemi seperti di India.

    Selengkapnya baca di sini

    4. Serpihan KRI Nanggala-402 Ditemukan, Ini Kata Panglima TNI

    MANGUPURA, BALIPOST.com – Operasi SAR KRI Nanggala-402 telah memasuki hari keempat sejak dinyatakan sub miss atau hilang kontak pada Rabu (21/4). Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut kapal selam yang membawa 53 prajurit TNI AL itu tenggelam.

    Ini berdasarkan bukti otentik penemuan tumpahan minyak dan serpihan. “Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala,” kata Hadi dalam konferensi pers, Sabtu (24/4) di Base Ops Lanud Ngurah Rai.

    Selengkapnya baca di sini

    5. Komponen Melekat di KRI Nanggala-402 Ditemukan, Diduga Ada Keretakan di Kapal Selam

    MANGUPURA, BALIPOST.com – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan pada tiga hari lalu telah diisyaratkan submiss terhadap KRI Nanggala-402. Pada fase tersebut, pihaknya telah mengerahkan unsur-unsur TNI AL dan unsur lain.

    TNI AL saat itu mengerahkan 16 KRI dan 5 pesawat udara yang masih melaksanakan pencarian. Khususnya unsur yang mempunyai kemagnetan tinggi.

    Selengkapnya baca di sini

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePemkot Solo – Surakarya dan Tokopedia Bantu UMKM Bangkit dari Pandemi – KRJOGJA
    Next Article Usaha Laudya Cynthia Bella Enyahkan Pipi Chubby dengan Filler Hybrid
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?
    • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.