Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Desa Adat Ababi Gelar Pelebon “Jero Ketut”
    Ekonomi

    Desa Adat Ababi Gelar Pelebon “Jero Ketut”

    December 24, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Desa Adat Ababi Gelar Pelebon "Jero Ketut" 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Desa Adat Ababi Gelar Pelebon "Jero Ketut" 2
    Petani bersiap memburu tikus yang merusak tanaman padi. (BP/Istimewa)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Di Desa Adat Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, terdapat salah satu prosesi unik yang dilaksanakan. Yakni, melaksanakan upacara pengabenan tikus atau di Bali biasa disebut Jero Ketut.

    Hal itu dilakukan guna hewan tersebut tidak mengganggu pertanian sawah dari masyarakat setempat. Klian Desa Adat Ababi, I Gede Pasek Ariana menerangkan, prosesi tersebut seharusnya dilakukan setiap 10 tahun sekali.

    Namun, apabila para petani di sana sudah melaporkan keluhannya ke prajuru, kemungkinan itu akan dilakukan sebelum waktunya. “Kalau bisa 10 tahun, tapi tergantung situasi juga. Semestinya kalau ada keluhan, tapi tergantung situasi juga,” ucapnya.

    Pasek Ariana, menambahkan, pelaksanaan itu bermula ketika adanya laporan dari krama subak yang ada di desa setempat ke prajuru. Hasil pertanian disebut merugi karena diganggu oleh hama tikus. “Menindak lanjuti hal tersebut, para prajuru pun berdiskusi dengan pemangku dan yang lainnya, sehingga dilaksanakan prosesi tersebut,” katanya.

    Dia menjelaskan, kalau proses pelebon jero ketut atau pengabenan tikus,.tidak jauh beda dengan upacara pengabenan pada umumnya. Bahkan dalam prosesi tersebut dikatakan berisi bade. “Prosesinya sama seperti ngaben biasa. Sampai ngaben saja, tidak berisi ngeroras,” tambahnya.

    Lebih la jut dikatakannya, sebelum dilaksanakan pengabenan itu, lebih dulu dilaksanakan ngeropyok. Dalam prosesi itu, krama turun berburu tikus di sawah. Nantinya tikus itu dikumpulkan dan diupacarai pada saat pelebon. “Kita anggap itu badan kasarnya. Dengan demikian juga secara otomatis mengurangi populasi,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePunya Popularitas, Duet Ganjar-Sandi Dinilai Mudah Dapat Dukungan
    Next Article Marsha Aruan Sambut Natal Pertama Tanpa Sosok Ayah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.