Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Diaspora RI Diminta Jembatani Ilmuwan Lokal ke Luar Negeri
    News

    Diaspora RI Diminta Jembatani Ilmuwan Lokal ke Luar Negeri

    August 17, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Diaspora RI Diminta Jembatani Ilmuwan Lokal ke Luar Negeri

    Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti (dua dari kiri) | Foto: Muti/Jurnas

    Jakarta, Jurnas.com – Sebanyak 55 diaspora Indonesia akan berpartisipasi dalam Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2019, yang digelar di Jakarta, pada 18-24 Agustus 2019.

    Di Jakarta, mereka dijadwalkan bertemu Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, kuliah terbuka (public lecture), hingga melakukan kunjungan ke 69 perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia.



    Kunjungan tersebut, menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ali Ghufron Mukti bukan sekadar transfer pengetahuan belaka.

    Ghufron mengatakan, pemerintah berharap akademisi dan praktisi Indonesia yang berkiprah di luar negeri ini dapat menjadi jembatan bagi ilmuwan dalam negeri kepada jejaring internasional, guna mengembangkan penelitian.

    Baca juga.. :

    • Ini Ranking Perguruan Tinggi versi Kemristekdikti
    • Pemerintah Gali Potensi Inovasi di tengah Masyarakat
    • Inovasi Masyarakat Sipil Butuh Dorongan Pemda

    “Kelemahan kita di sektor sarana dan pra-sarana, terutama laboratorium. Ada tapi belum canggih. Dengan kita undang diaspora, ilmuwan kita bisa memanfaatkan laboratorium tempat diaspora itu berada. Sehingga, kekayaan alam Indonesia bisa dieksplorasi dan bisa menghasilkan inovasi baru,” kata Ghufron kepada awak media dalam konferensi pers, pada Jumat (16/8) di Jakarta.

    Tidak hanya itu, Ghufron juga mendorong diaspora Indonesia membuka kanal yang dapat menyambungkan ilmuwan lokal pada lembaga-lembaga pendanaan internasional, guna membiayai penelitian.

    Ghufron melanjutkan, upaya ini merupakan langkah penting karena merupakan salah satu terobosan untuk membangun Indonesia jelang bonus demografi 2020-2024, agar Indonesia tidak terjebak pada meledaknya sumber daya manusia.

    “Kita undang mereka, apakah tertarik tinggal di sini, atau menjadi jembatan antara ilmuwan Indonesia. Agar bisa melakukan lompatan penguasaan teknologi yang memengaruhi pembangunan Indonesia,” ujar dia.

    Senada dengan Ghufron, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Cecep Herawan menyebut ilmuwan dalam negeri kerap kali kesulitan menembus level internasional.

    Karena itu, diaspora Indonesia diharapkan tidak hanya sebatas berbagai pengetahuan, namun juga membimbing dan mengarahkan ilmuwan lokal dengan jejaring global, guna melakukan penelitian bersama (joint research), dan mengakses lembaga penelitian di luar negeri.

    “Cendekiawan (diaspora Indonesia) yang ada nanti sebanyak 55 orang dari 15 negara. Ke depan, kerja sama dengan berbagai institusi di 15 negara ini akan jadi lebih baik. Karena kita sudah punya contact point yang lebih jelas,” terang Cecep.

    Untuk diketahui, 55 diaspora Indonesia akan tiba di Jakarta pada 18 Agustus 2019. Malam harinya, mereka akan melakukan makan malam pembuka (opening dinner) bersama Menristekdikti Mohamad Nasir, sekaligus membuat organisasi kecil Diaspora 2019.

    Selanjutnya, pada pagi hari 19 Agustus 2019, para diaspora Indonesia akan bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla. Setelah itu, mereka akan disebar ke 69 perguruan tinggi sampai 21 Agustus.

    Pada 22 Agustus 2019, para diaspora akan hadir dalam acara kuliah terbuka yang dihadiri oleh 700-800 peserta di Jakarta. Sejumlah pejabat negara, rektor, dan akademisi lainnya juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan ini.

    TAGS : Diaspora Indonesia Ali Ghufron Mukti Kemristekdikti

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/57729/Diaspora-RI-Diminta-Jembatani-Ilmuwan-Lokal-ke-Luar-Negeri/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJelang Mukhtamar, Bendera dan Atribut PKB Mulai Menghiasi Nusa Dua Bali
    Next Article Menristekdikti Sarankan Bajakah Diteliti di Universitas Palangka Raya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.