Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Dibanding Periode Sebelumnya, Triwulan I 2023 Ekonomi Bali Tumbuh Lebih Rendah 
    Ekonomi

    Dibanding Periode Sebelumnya, Triwulan I 2023 Ekonomi Bali Tumbuh Lebih Rendah 

    May 8, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dibanding Periode Sebelumnya, Triwulan I 2023 Ekonomi Bali Tumbuh Lebih Rendah  1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dibanding Periode Sebelumnya, Triwulan I 2023 Ekonomi Bali Tumbuh Lebih Rendah  2
    Sejumlah wisatawan berada di Pantai Sanur, Denpasar. Pertumbuhan ekonomi Bali masih ditunjang sektor pariwisata. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bali triwulan I 2023 masih tumbuh tinggi sebesar 6,04% (yoy). Ini, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 6,61% (yoy).

    Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali Trisno Nugroho, Senin (8/5), pertumbuhan yang lebih rendah itu karena tidak ada event besar di triwulan I 2023. Sedangkan, pada triwulan IV 2022, ada event besar yang dilakukan di Bali.

    “Pertumbuhan ekonomi Bali triwulan I 2023 ditopang oleh pertumbuhan yang cukup tinggi 3 dari 5 lapangan usaha (LU) utama Bali yaitu LU penyediaan akomodasi dan makan minum (Akmamin), LU Transportasi, dan LU Perdagangan,” jelasnya.

    Meskipun demikian, berdasarkan pantauan dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang menunjukkan adanya penurunan aktivitas sektor terkait pariwisata, khususnya LU Akmamin dibandingkan triwulan IV 2022 sejalan dengan liburan akhir tahun dan berbagai pelaksanaan event KTT G20.

    Sementara itu, LU Pertanian dan LU Konstruksi mengalami kontraksi karena kondisi iklim yang kurang mendukung kegiatan pertanian serta menurunnya aktivitas konstruksi dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan LU Akmamin cukup tinggi didorong oleh terjaganya kunjungan wisatawan mancanegara pada
    triwulan I 2023 seiring dengan terus bertambahnya jumlah dan frekuensi penerbangan maskapai internasional yang membuka rute direct flight ke Bali.

    Di sisi lain, LU pertanian mengalami kontraksi akibat pengaruh turunnya produksi tanaman pangan dan tangkapan laut, sedangkan kontraksi pada LU konstruksi disebabkan oleh telah selesainya
    sejumlah proyek pembangunan infrastruktur utama yang didorong untuk rampung sebelum pelaksanaan Presidential Summit KTT G20 pada November 2022.

    Survei Liaison Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa kondisi investasi pada triwulan I 2023 mengalami penurunan dari 1,58 pada triwulan IV 2022 menjadi 1,10 pada triwulan I 2023. Angka ini turun 0,15 basis point, sehingga turut mengonfirmasi terjadinya pelemahan pada LU Konstruksi.

    Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh menguat seiring meningkatnya optimisme atas kondisi
    ekonomi, perayaan hari besar keagamaan, peningkatan penyerapan tenaga kerja dan berkurangnya pengangguran. Sementara itu, kenaikan konsumsi Pemerintah sejalan dengan peningkatan realisasi belanja pegawai, belanja barang jasa serta belanja bantuan sosial pemerintah. Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) yang mengalami kontraksi sebesar -0,76% (yoy) akibat telah selesainya sejumlah proyek infrastruktur utama nasional pada triwulan IV 2022.

    Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II 2023 masih tetap tinggi, meski
    melandai dibandingkan triwulan I 2023 akibat masih terbatasnya kegiatan investasi dan faktor base effect pemulihan ekonomi Bali pada triwulan II 2022.

    Meskipun demikian, perlambatan ekonomi berpotensi tertahan seiring dengan
    lonjakan wisatawan nusantara pada liburan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, dan tren peningkatan jumlah wisawatan mancanegara yang masih berlanjut. Selain itu, musim panen padi dan hortikultura juga berpotensi mendorong pertumbuhan pada triwulan II 2023.

    “Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, terus berupaya mendorong berbagai kebijakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi Bali dan program transformasi ekonomi Bali menuju Bali Era Baru yang tangguh, hijau dan sejahtera,” ujarnya.(kmb42)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDiskop UKM dan Perdagangan Badung Gelar Pelatihan Kompetensi SDM Koperasi
    Next Article Kepala BRIN Harap Bupati/wali kota Jalankan Haluan 100 Tahun Bali Disusun Gubernur Koster
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.