Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Dibantah, Dugaan Puluhan Babi Positif ASF Mati di NTT Berasal dari Bali 
    News

    Dibantah, Dugaan Puluhan Babi Positif ASF Mati di NTT Berasal dari Bali 

    January 18, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dibantah, Dugaan Puluhan Babi Positif ASF Mati di NTT Berasal dari Bali  1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dibantah, Dugaan Puluhan Babi Positif ASF Mati di NTT Berasal dari Bali  2
    I Wayan Sunada. (BP/Dokumen)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur, Sebas Sina Kleden menyatakan sebanyak 30 ekor babi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mati dalam waktu sebulan terakhir. Berdasarkan sampel yang diperiksa, babi tersebut positif mengandung virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

    Sebas mengatakan seluruh anakan babi yang mati tersebut merupakan bantuan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk tiga kelompok peternak di Flores Timur. Babi tersebut dikirim dari Bali melalui Satuan Kerja (Satker) Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijaukan Pakan Ternak Denpasar. Adapun total bantuan anakan babi yang dikirim dari Bali berjumlah 50 ekor.

    Menanggapi pemberitaan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan (Kadistan) Pangan Provinsi Bali, Dr. I Wayan Sunada, SP., M.Agb., membantah hal tersebut. Dikatakan, bahwa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali tidak pernah mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) maupun rekomendasi teknis pengiriman babi ke Provinsi NTT.

    Sebab, berdasarkan data yang disampaikan Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Denpasar, ternak babi bantuan pemerintah dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui Satker BPTUHPT Denpasar yang diterima kelompok di Flores Timur berasal dari Provinsi NTT. Hal tersebut sesuai dengan persyaratan tender kepada penyedia yang mensyaratkan ternak babi harus berasal dari daerah (Provinsi) setempat kelompok calon penerima manfaat.

    Pernyataan Kepala BPTUHPT Denpasar tersebut diperkuat dengan dokumen karantina yang menyatakan bahwa ternak babi berasal dari Kota Kupang. “Dengan demikian tidak benar ada 30 babi kiriman dari Bali mati terjangkit ASF di Flores Timur,” tegas Wayan Sunada, Rabu (18/1) malam.

    Sunada, menjelaskan akibat terjadinya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Bali pada akhir bulan Juni 2022, hingga saat ini seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali dinyatakan sebagai Zona Merah. Ini sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Nasional tentang Pengendalian Lalulintas Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku dan Produk Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku berbasis Kewilayahan.

    Meskipun sejak 1 Agustus 2022 Provinsi Bali telah dinyatakan zero reported case PMK, namun seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali masih dinyatakan sebagai Zona Merah. Sehingga, sesuai dengan SE Satgas Penanganan PMK Nasional Nomor 8, tidak diizinkan melalulintaskan Hewan Rentan PMK dari zona merah ke zona hijau, zona kuning maupun zona putih.

    “Berdasarkan peraturan tersebut, kami Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali tidak pernah mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) maupun rekomendasi teknis pengiriman Hewan Rentan PMK ke daerah yang dinyatakan sebagai zona hijau maupun zona kuning,” tandas Sunada.

    Apalagi, dikatakan bahwa seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT sampai saat ini dinyatakan sebagai daerah zona hijau. Dengan demikian, tidak diperkenankan adanya lalu lintas Hewan Rentan PMK dari daerah zona merah, zona kuning maupun zona putih ke Provinsi NTT. (Winatha/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSkrillex Sambangi Jakarta akhir Januari 2023
    Next Article Realisasi Investasi Hulu Migas Tahun 2022 Capai Rp 182 Triliun
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.