Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Dipastikan Mandek Lagi, Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Selatan Badung di 2022
    Ekonomi

    Dipastikan Mandek Lagi, Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Selatan Badung di 2022

    October 19, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dipastikan Mandek Lagi, Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Selatan Badung di 2022 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dipastikan Mandek Lagi, Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Selatan Badung di 2022 2
    Maket Jalan Lingkar Selatan Badung. (BP/Istimewa)

    MANGUPURA, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 menjadi tameng bagi tertundanya sejumlah program di Kabupaten Badung. Sebut saja rencana pembangunan gedung sekolah, program bantuan sosial, program seragam gratis dan kini pembebasan lahan proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang dipastikan mandek lagi di 2022.

    Pembebasan lahan dari Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) JLS tersebut tak dapat dilakukan tahun depan karena Badung berdalih APBD tahun anggaran 2022 akan difokuskan pada penanggulangan pandemi COVID-19. Padahal, di 2022 proyek ini rencananya sudah masuk dalam tahapan tender fisik.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, I Wayan Adi Arnawa mengatakan proyek yang bertujuan mengurai kemacetan lalu lintas wilayah Badung Selatan bernilai Rp 1,9 triliun lebih. Badung memiliki kewajiban pembebasan lahan. “Sesuai arahan pemerintah pusat serta kebijakan bapak bupati, untuk tahun anggaran 2022 masih difokuskan pada penanggulangan serta dampak dari pandemi COVID-19. Selain untuk kegiatan mandatory seperti kesehatan, pendidikan, operasional dan belanja pegawai,” ujar Adi Arnawa di Puspem Badung, Senin (18/10).

    Sejatinya, anggaran untuk pembebasan lahan sekitar Rp 700 miliar, dalam perencanaannya masuk dalam APBD 2022. Namun, Sekda Adi Arnawa mengatakan anggaran pembebasan lahan proyek Jalan Lingkar Selatan Badung belum bisa direalisasikan di tahun depan.

    “Yang jelas proyek Jalan Lingkar Selatan Badung tidak berhenti, hanya tertunda hingga kondisi anggaran memungkinkan. Bapak bupati juga sudah terus mencari terobosan dan solusi terkait pembebasan lahan,” tegasnya.

    Dijelaskan, anggaran penanggulangan COVID-19 tidak hanya untuk pencegahan penyebaran penyakit. Namun, juga dampak sosial yang ditimbulkan. Seperti bantuan sosial maupun stimulus membangkitkan perekonomian masyarakat.

    Diakuinya, pembangunan JLS memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan berbagai kegiatan dan event internasional yang diselenggarakan di Bali dan Kabupaten Badung. Pembangunan JLS diproyeksikan untuk memudahkan koneksi antardestinasi pariwisata.

    “Realisasi proyek ini memang sangat penting, tapi dengan kondisi saat ini penangan dan dampak pandemi COVID-19 dinilai lebih prioritas untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, IB Surya Suamba mengatakan program yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021 masih terkendala anggaran untuk pembebasan lahan. “Masih berproses nanti kan dari pimpinan, terkait masalah pembebasan lahan biayanya belum,” ucapnya.

    Menurutnya, JLS terdiri dari 4 segmen, yakni 2 segmen didanai oleh APBD dan 2 segment lainnya di bangun dengan skema KPBU.  Khusus pembebasan lahan biayanya merupakan tanggung jawab dari penanggung jawab proyek kerja sama  (PJPK) yakni Pemkab Badang  yang bersumber dari APBD.

    “Estimasi biaya pembebasan lahan Rp 700 miliar. Pembebasan lahan untuk keperluan jalan 9 Km, pembebasan lahan baru 1 Km. Untuk saat ini kendalanya di anggaran,” katanya.

    Rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) terus digodok. Bahkan, Pemkab Badung telah melakukan penandatangan Trasa Final dengan PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) terkait Penjaminan Proyek Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) Pembangunan Jalan Lingkar Selatan. (Parwata/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKasus Harian Melandai, Bali Masih Bertahan di Zona Kuning COVID-19
    Next Article MG resmikan cabang baru mereka di Riau
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.