Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Disebabkan Ini, Produksi Cabai di Gianyar Turun
    Ekonomi

    Disebabkan Ini, Produksi Cabai di Gianyar Turun

    January 9, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Disebabkan Ini, Produksi Cabai di Gianyar Turun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Disebabkan Ini, Produksi Cabai di Gianyar Turun 2
    Pemotor melintas di salah satu kawasan kebun cabai di Gianyar. (BP/kmb)

    GIANYAR, BALIPOST.com – Harga cabai di pasaran kini mengalami kenaikan. Di beberapa pasar tradisional, cabai dipasarkan hingga Rp 80.000 per kilo.

    Kondisi ini salah satunya disebabkan pasokan cabai dari petani mengalami penurunan. Seperti yang dialami petani di Gianyar.

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Made Raka di dampingi Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Wayan Suarta, Jumat (8/1), mengatakan penurunan produksi cabai di Kabupaten Gianyar akibat serangan penyakit busuk buah saat musim hujan. Diungkapkanya, akibat musim penghujan ini menyebabkan tanaman cabai mudah terkena penyakit busuk buah. “Jika sudah ada genangan air di bawah pohon cabai, tanaman cabai akan mudah terkena penyakit busuk buah,” ucap Made Raka.

    Ia menjelaskan air yang menggenangi tanaman cabai saat musim hujan diakibatkan drainase yang kurang baik. Ini menyebabkan petani menghadapi penyakit busuk buah.

    Selama ini, distribusi produk cabai di Gianyar lebih banyak ke pasar lokal. Harga jual cabai di tingkat petani sangat tergantung dari jumlah produksi.

    Ketika produksi cabai melimpah maka harga cabai akan menurun. Seperti saat ini harga cabai cukup baik akibat produksi cabai turun akibat musim penghujan. “Harga cabai di tingkat petani Rp 10.000-Rp 15.000 per kg sudah di atas break even point’ (BEP),” ucapnya.

    Sentra pertanian cabai di Kabupaten Gianyar mencakup Sukawati mencapai 350 hektare. Seperti di Subak Gede Air Jeruk sekitar 225 hektare dikembangkan tanaman cabai.

    Made Raka menambahkan cabai juga dikembangkan di kawasan Payangan, Tegallalang dan Tampaksiring. Masa panen cabai 2-4 hari sekali dengan hasil rata-rata 10 ton per hektare dalam satu kali musim tanam. (Wirnaya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSelain KPK, BPK Juga Ikut Pantau Distribusi Vaksin Covid-19
    Next Article NHTSA tak temukan kesalahan perakitan pedal akselerator Tesla
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    daftar pinjaman online legal ojk

    Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru

    July 25, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Rekomendasi Mobil Keluarga Murah dan Irit Terbaik 2026
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.