Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Dominasi Suplai Kelapa Sawit, Dua Negara Ini akan Perluas Kerjasama
    International

    Dominasi Suplai Kelapa Sawit, Dua Negara Ini akan Perluas Kerjasama

    July 19, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dominasi Suplai Kelapa Sawit, Dua Negara Ini akan Perluas Kerjasama 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dominasi Suplai Kelapa Sawit, Dua Negara Ini akan Perluas Kerjasama 2
    Menko Ekon, Airlangga Hartarto (kirir) didampingi Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Zuraida Kamaruddin. (BP/edi)

    MANGUPURA, BALIPOST.com – Pasar palm oil atau minyak kelapa sawit saat ini didominasi oleh dua negara yakni Indonesia dan Malaysia. Indonesia menyuplai sekitar 48 juta ton kelapa sawit dan Malaysia sekitar 18 juta ton.

    Menurut The Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Airlangga Hartarto, dua negara ini total menyuplai sekitar 66 juta per tahun ke market. Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengatakan permintaan dunia terhadap komoditas palm oil itu sekitar 45 juta ton. “Dari Total permintaan itu, negara yang terbesar antara lain India sekitar hampir 7,8 juta ton dan 27 negara Uni Eropa sebanyak 5,8 juta ton, dan China 4,5 juta,” paparnya.

    Ia pun mengutarakan kerjasama Indonesia dengan Malaysia menjadi sangat penting karena ini menjadi kunci, pada saat 5,5 juta produk minyak sayur yang berasal dari Ukraina, belum bisa keluar secara penuh. “Walaupun sedang diusahakan bahwa sunflower dari Ukraina dan secara bertahap kemarin sudah keluar 2 juta namun, masih belum cukup,” katanya didampingi Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Zuraida Kamaruddin,  saat memberikan keterangan pers terkait kegiatan Ministerial Meeting di Nusa Dua, Bali, Selasa (19/7).

    Dua negara yakni Indonesia dan Malaysia yang sudah menjadi anggota penuh dari CPOPC, lanjutnya, akan terus mengevaluasi dan memperluas penggunaan kelapa sawit atau palm oil, juga dalam pengembangan Biofuel. “Indonesia dan Malaysia sama-sama sedang mengkaji studi dan mempersiapkan apabila diperlukan. Indonesia bisa meningkatkan biodiesel di B35 sedangkan Malaysia bisa mempertimbangkan di B20,” ujarnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKadiv Humas Polri Sebut Mutasi Adik Brigadir J atas Permintaan Sendiri
    Next Article Australia Berikan Beasiswa G20 “Recover Together, Recover Stronger” bagi WNI
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran (Ilustrasi/AI)

    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran

    April 24, 2026
    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz (Ilustrasi/AI)

    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz, Benarkah?

    April 9, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.