Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Dua Tahun, Harga Cengkeh Terus Merosot
    Ekonomi

    Dua Tahun, Harga Cengkeh Terus Merosot

    March 17, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dua Tahun, Harga Cengkeh Terus Merosot 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dua Tahun, Harga Cengkeh Terus Merosot 2
    Tanaman cengkeh banyak ditemui di Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan. Para petani tanaman Cengkeh ini berharap harga jual cengkeh naik seperti tahun-tahun sebelumnya. (BP/Olo)

    NEGARA, BALIPOST.com – Para petani Cengkeh di Jembrana mengharapkan adanya kenaikan harga jual hasil produksi tanaman mereka. Sudah dua tahun ini, harga cengkeh terus merosot bahkan tidak sesuai dengan biaya produksi panen.

    Beberapa petani memilih menyimpan hasil bumi mereka sampai harga kembali di atas Rp 100 ribu. Sejumlah petani di Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Rabu (17/3), mengungkapkan harga jual saat ini memang sudah mulai merangkak naik.

    Dari sebelumnya pada tahun 2020 jatuh di harga Rp 45 ribu per kilogram, sejak dua bulan terakhir menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Merosotnya harga jual Cengkeh ini terjadi sejak 2019 lalu. Harga jatuh hingga mencapai Rp 45 ribu per kilogram dari semulanya Rp 100 ribu lebih per kilogram.

    Sementara untuk biaya panen (ongkos tenaga petik cengkeh), cukup tinggi. Saat panen tahun lalu biaya petik Rp 150 ribu per hari. Atau bila secara borongan dengan ongkos Rp 6.000 per kilogramnya. “Kalau dikalkulasikan dengan harga jual Cengkeh, tidak mencukupi,” terang salah seorang petani.

    Para petani pada panen tahun ini nanti diharapkan harga Cengkeh bisa bersaing seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga hasil yang diperoleh juga mencukupi.

    Kondisi ini juga diakui Perbekel Asahduren, I Nyoman Mandia. “Panen tahun lalu jatuh harganya. Bahkan untuk biaya panen saja tidak mencukupi atau kurang. Karena itu petani, juga mengambil langkah untuk menyimpan sementara hasil panennya,” tandas Mandia, Perbekel Asahduren.

    Di Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan merupakan salah satu desa di Jembrana yang mayoritas penduduknya bertumpu dari hasil bumi perkebunan. Termasuk tanaman Cengkeh yang hampir di setiap warga memiliki tanaman tersebut.

    Selain juga tanaman lain seperti Durian dan Kakao. Para petani ini tergabung dalam empat Subak Abian.

    Beberapa petani di masa pandemi Covid-19 ini untuk tambahan pendapatan justru beralih pada tanaman Porang. Bahkan hampir setiap KK saat ini melakukan budidaya Porang yang memang mudah ditemui di Asahduren sejak sebelum tanaman ini populer.

    Banyak warga yang menjadi penyalur bibit Porang dengan pemasaran hingga ke Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat.

    Meskipun bukan sebagai komoditi tanaman unggulan, Cengkeh juga banyak ditanam para petani di Jembrana. Terutama subak Abian yang berada di dataran tinggi sesuai topografi yang memungkinkan tanaman ini hidup.SL

    Seperti di Asah Duren, Kecamatan Pekutatan, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo dan di Pancaseming, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana. (Surya Dharma/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTambahan Harian Nasional Makin Naik, Ada di Atas 6.000 Orang
    Next Article Ekonomi Indonesia Harus Tumbuh 6 -7 Persen
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.