Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Dua Tahun Terakhir, Ratusan Ribu Ternak Babi di NTT Mati Terpapar ASF
    Ekonomi

    Dua Tahun Terakhir, Ratusan Ribu Ternak Babi di NTT Mati Terpapar ASF

    February 7, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dua Tahun Terakhir, Ratusan Ribu Ternak Babi di NTT Mati Terpapar ASF 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dua Tahun Terakhir, Ratusan Ribu Ternak Babi di NTT Mati Terpapar ASF 2
    CEO Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (Prisma) Program Kemitran Pembangunan Australia-Indonesia Nina FitzSimon (kedua dari kanan) saat kegiatan penyerahan bantuan tiga unit alat diagnostik Loop Mediated Isothermal Amplification (LAMP) untuk deteksi virus African Swine Fever (ASF) atau demam Babi Afrika dari pemerintah Australia di Kupang, Selasa. (BP/Ant)

    KUPANG, BALIPOST.com – Sebanyak 500.000 ternak babi di Provinsi Nusa Tenggara Timur mati karena paparan virus African Swine Fever (ASF). Jumlah ini sejak pertama kali virus itu mewabah di pada 2020 sehingga berdampak kerugian ekonomi bagi peternak.

    “Pada tahun 2020 penularan cepat virus ASF di NTT mengakibatkan kematian lebih dari 500.000 ekor babi dan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak,” kata CEO Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA) Nina FitzSimons di Kupang, dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (7/2).

    Nina FitzSimons mengatakan hal itu saat melakukan penyerahan tiga unit alat diagnostik Loop Mediated Isothermal Amplification (LAMP) untuk deteksi virus African Swine Fever (ASF) atau demam Babi Afrika dari pemerintah Australia senilai Rp1,4 miliar guna mendukung penanganan pencegahan penularan ASF di NTT.

    Ia mengatakan ketiga alat deteksi virus ASF itu untuk mendukung Pemerintah NTT dalam upaya pemulihan sektor peternakan babi di NTT yang merupakan daerah dengan populasi ternak babi terbesar di Indonesia.

    Menurut dia ketiga alat senilai Rp1,4 miliar merupakan alat diagnostik Loop Mediated Isothermal Amplification (LAMP) dan reagen terkait yang dikirimkan sebagai bagian dari paket dapat mendeteksi virus ASF pada Babi yang ditempatkan di tiga lokasi yaitu Pulau Flores, Sumba dan Timor. “Alat ini diharapkan dapat mendukung Pemerintah NTT dalam upaya pemulihan usaha sektor Babi di Provinsi NTT mengingat diagnosis dapat dilakukan lebih cepat, sehingga tindakan pengendalian dapat segera dilakukan,” kata Nina FitzSimons.

    Dia mengatakan Provinsi NTT memiliki populasi babi terbesar di Indonesia dan pada tahun 2020 penularan cepat virus ASF di NTT mengakibatkan kematian lebih dari 500.000 ekor babi dan kerugian ekonomi yang sangat besar dan saat ini virus Babi Afri kembali terjadi NTT sehingga perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan penularan. “Wabah baru virus ASF yang terjadi pada 2023 ini kembali membuat NTT menjadi daerah yang paling terdampak di Indonesia baik secara ekonomi maupun budaya,” tegasnya.

    Selain penyerahan LAMP, Pemerintah Australia melalui Program Australia Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA) dan Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) juga akan melakukan kegiatan peningkatan kapasitas (bimbingan teknis), Lokakarya, dan training of trainers (ToT) dengan sasaran petugas lapangan veteriner dan teknisi laboratorium.

    Selain membantu produsen ternak, dampak dari penggunaan LAMP juga diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi bagi pelaku pasar yang terlibat dalam perdagangan ternak dan produk turunannya. “Kami sangat bahagia petani skala kecil dan pengusaha yang terlibat dalam pengembangan sektor Babi akan mendapatkan akses terhadap fasilitas pengujian penyakit hewan yang tersedia di Pulau Sumba, Flores dan Timor. Hal ini akan membuat ternak babi milik peternak aman dan pendapatannya terlindungi, selagi sektor Babi ini pulih dari Virus Demam Babi Afrika” kata Nina FitzSimons. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIndra Bekti Masuk Rumah Sakit, Operasi Mata karena Gumpalan Darah
    Next Article Abad Kedua NU Perkokoh Keislaman dan Ke-Indonesiaan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.