Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Ekonomi 2020 Anjlok 2,07 Persen, Kepala BPS: Indonesia Tidak Sendiri
    Ekonomi

    Ekonomi 2020 Anjlok 2,07 Persen, Kepala BPS: Indonesia Tidak Sendiri

    February 5, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ekonomi 2020 Anjlok 2,07 Persen, Kepala BPS: Indonesia Tidak Sendiri 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 masih mengalami kontraksi minus 2,07 persen. Namun, dalam hal ini Indonesia tak sendiri, sebab beberapa mitra dagang utama juga mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa negara maju seperti Amerika Serikat (AS) yang ekonominya terkontraksi 3,5 persen, Singapura -5,8 persen, Hong Kong -6,1 persen, dan Uni Eropa -6,4 persen.

    “Jadi, Indonesia tidak sendiri. Pandemi ini betul-betul menyebabkan kontraksi yang sangat buruk di berbagai negara,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (5/2).

    Namun sayangnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di bawah negara tetangga seperti Tiongkok dan Vietnam yang perekonomiannya telah membaik. Ekonomi Tiongkok kini tumbuh positif sebesar 2,3 persen dan Vietnam sebesar 2,9 persen.

    “Data ini adalah resmi yang sudah dirilis kantor statistik negara masing-masing. Sementara kalau kita lihat prediksi, akan banyak sekali negara yang pada 2020 juga mengalami kontraksi cukup dalam,” tuturnya.

    Dari sisi produksi, Suhariyanto menambahkan, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 15,04 persen. Dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi.

    Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami kontraksi 7,7 persen. Sementara, Impor Barang dan Jasanya terkontraksi lebih dalam, yakni sebesar 14,71 persen.

    “Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada 2020 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 58,75 persen, dengan kinerja ekonomi yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,51 persen,” pungkasnya.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePenjualan mobil ramah lingkungan di Eropa lebih dari 1 juta unit
    Next Article Dua Sektor Ini Jadi Penopang Ekonomi Indonesia di 2020
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.