Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tetap Tumbuh
    Ekonomi

    Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tetap Tumbuh

    February 16, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tetap Tumbuh 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tetap Tumbuh 2
    Ekonom Senior Chatib Basri dalam webinar BSI GIFS 2023 di Jakarta, Kamis (16/2/2023). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Ekonomi Indonesia tetap tumbuh tapi melemah menjadi 4,5 sampai 5 persen secara tahunan pada 2023. Hal itu diperkirakan Ekonom Senior, Chatib Basri.

    “Bank Dunia dan Internasional Monetary Fund (IMF) memprediksi ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen, ini tidak terlalu buruk,” katanya dalam webinar BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2023 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (16/2).

    Ia menyebut Indonesia berpotensi kecil mengalami resesi karena sumbangan ekspor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sekitar 24,72 persen atau lebih rendah dibandingkan konsumsi rumah tangga yang mencapai 51,65 persen.

    “Kalau ada risiko global, negara yang less integrated dengan perekonomian global akan terdampak secara terbatas. Share ekspor Indonesia ke PDB hanya 25 persen, jadi kalau terjadi dampak negatif dari ekonomi global yang terdampak hanya 25 persen,” terangnya.

    Ia mengatakan investasi yang masuk ke Indonesia berpotensi melemah pada 2023, tetapi dibandingkan negara-negara lain yang sedang mengalami resesi, Indonesia masih menarik sebagai negara tujuan investasi.

    “Jadi karena kinerja ekonomi negara di bagian lain di dunia jauh lebih buruk, inflow masih akan terjadi. Ini memberi harapan baik di stock market maupun ke bond market,” katanya.

    Pemerintah juga perlu memprioritaskan penyaluran anggaran belanja negara kepada masyarakat kelompok menengah ke bawah untuk menjaga daya beli mereka, di tengah upaya mengembalikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke bawah 3 persen dari PDB.

    “Karena defisit fiskal ditarget di bawah 3 persen dari PDB, fiskal hanya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, kalau belanja negara dialokasikan untuk menopang daya beli middle and lower income group,” ucapnya. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePemerintah Larang Impor Aspal, Hilirisasi Butuh Investasi Rp 4 Triliun
    Next Article Sambo dan Istrinya Nyatakan Banding
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.