Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Enam Provinsi Masih di Zona Merah Buta Aksara
    News

    Enam Provinsi Masih di Zona Merah Buta Aksara

    August 29, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Enam Provinsi Masih di Zona Merah Buta Aksara

    Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Abdul Kahar (Foto: Muti/Jurnas.com)

    Jakarta, Jurnas.com – Jumlah penduduk Indonesia yang mengalami buta aksara kembali menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, angka buta aksara menjadi 3,29 juta orang atau 1,93 persen dari total populasi penduduk.

    Sementara menurut data BPS tahun sebelumnya, jumlah penduduk Indonesia buta aksara tercatat sebanyak 3,4 juta orang atau 2,07 persen.



    Kendati sudah mengalami penurunan, enam provinsi belum bergerak dari zona merah. Zona merah ialah kawasan yang persentase buta aksaranya masih berada di atas 4 persen.

    Keenam provinsi tersebut ialah Papua (22,88 persen), Sulawesi Selatan (4,63 persen), Sulawesi Barat (4,64 persen), Nusa Tenggara Barat (7,51 persen), Nusa Tenggara Timur (5,24 persen), dan Kalimantan Barat (4,21 persen).

    Baca juga.. :

    • Kemdikbud Tegaskan Sekolah Harus Bebas Asap Rokok
    • Masyarakat dan Ortu Diimbau Ikut Upacara di Sekolah
    • Kemdikbud Siapkan Rp23 Juta per Kelompok MGMP

    “Tahun ini kami memang sudah mengubah kebijakan dalam rangka percepatan pemberantasan buta aksara. Kami fokus ke zona merah untuk keaksaraan dasar. Kami ingin ubah warnanya, karena enam provinsi ini butuh dukungan,” kata Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Abdul Kahar, di Jakarta, pada Kamis (29/8).

    Kahar optimistis sisa buta aksara sebesar 1,93 persen dapat dituntaskan oleh pemerintah. Namun dia juga menambahkan bahwa angka 1,93 persen merupakan prestasi yang luar biasa.

    “Dalam artian, bahwa yang 1,93 persen tadi itu profilnya sudah jelas, yakni kemiskinan, wilayah timur, desa terpencil, perempuan, dan usia di atas 45 tahun,” terang Kahar.

    Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kemdikbud Harris Iskandar mengatakan, pemerintah telah menjalankan beragam program dan kegiatan untuk menuntaskan buta aksara. Antara lain memperkuat program pendidikan keaksaraan dengan budaya, keterampilan, dan bahasa.

    ”Kami melaksanakan program keaksaraan dalam dua tingkatan, yaitu keaksaraan dasar bagi warga yang masih buta aksara, dan keaksaraan lanjutan bagi yang telah menyelesaikan program keaksaraan dasar,” ujar Harris.

    Kemdikbud, lanjut Harris, juga melaksanakan program paska buta aksara. Program tersebut diantaranya pendidikan keaksaraan usaha mandiri (KUM) dan pendidikan multikeaksaraan. KUM berorientasi pada pemeliharaan keberaksaraan dengan fokus keterampilan usaha mandiri.

    Sedangkan multikeaksaraan berorientasi pada pemerliharaan keberaksaraan dengan fokus pada lima tema pemberdayaan masyarakat, yakni profesi/pekerjaan, pengembangan seni budaya, sosial politik dan kebangsaan, kesehatan dan olahraga, ilmu pengetahuan dan teknologi.

    TAGS : Angka Buta Aksara Kemdikbud

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/58428/Enam-Provinsi-Masih-di-Zona-Merah-Buta-Aksara/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article1,3 Juta Orang Menolak Parlemen Inggris Diliburkan
    Next Article Listrik di Jayapura Padam Total
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.