Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Fenomena Childfree di Indonesia Dinilai Belum Mengkhawatirkan
    Lifestyle

    Fenomena Childfree di Indonesia Dinilai Belum Mengkhawatirkan

    February 10, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Fenomena Childfree di Indonesia Dinilai Belum Mengkhawatirkan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memandang fenomena pasangan suami-istri yang memutuskan untuk tidak memiliki anak atau childfree di Indonesia belum mengkhawatirkan, dikutip dari ANTARA.

    “Sampai dengan saat ini, BKKBN melihat fenomena ini belum kita anggap sebagai fenomena yang mengkhawatirkan,” kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eni Gustina saat dihubungi ANTARA melalui sambungan telepon, Jumat (10/2).

    Eni menilai fenomena childfree saat ini belum dikatakan mengkhawatirkan jika ditilik dari situasi kependudukan pada 2020. Hal tersebut, jelas dia, merujuk pada hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 yang menunjukkan angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) Indonesia masih berada pada angka 2,18 poin.

    Eni mengatakan angka kelahiran total setiap provinsi masih bervariasi dengan beberapa daerah yang terendah yaitu Yogyakarta dan Bali. Meskipun begitu, angka rata-rata secara nasional masih dikatakan aman.

    “Saya masih bersyukur artinya kita di Indonesia ini mayoritas masih ingin mempunyai keluarga, ingin punya anak, sebagai penerus keturunan, itu masih ada,” kata dia.

    Dari kacamata kependudukan, Eni mengatakan BKKBN berharap pertumbuhan penduduk di Indonesia jangan sampai berada di angka terendah atau bahkan minus seperti yang terjadi di negara-negara tetangga yaitu di Jepang dan Singapura.

    Apabila penduduk usia muda atau usia produktif semakin sedikit, Eni mengatakan pihaknya khawatir nantinya tidak ada yang dapat menopang penduduk lanjut usia.

    Dalam konteks perhitungan ekonomi, Eni menyebutkan Indonesia masih membutuhkan penduduk berusia muda.

    “Tapi sebenarnya (masyarakat) Indonesia tidak berharap bahwa orang itu nggak punya anak, karena kita kan juga harus menjaga pertumbuhan keseimbangan penduduk,” kata Eni.

    Sebagai informasi, pembahasan terkait childfree merupakan topik yang belakangan banyak dibicarakan warganet di media sosial, menyusul pernyataan publik figur Gita Savitri yang menyatakan untuk memutuskan tidak memiliki anak atau childfree.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGubernur Koster Didukung Melanjutkan Pembangunan Bali
    Next Article Bambang Soesatyo resmikan acara Festival Montir Mania 2023 di Bali
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.