Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Gaji Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Ribu Dokter Mogok Massal
    News

    Gaji Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Ribu Dokter Mogok Massal

    June 30, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gaji Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Ribu Dokter Mogok Massal

    Seorang dokter di Irak

    Baghdad, Jurnas.com – Puluhan ribu dokter yang menanganai Covid-19 di seluruh Irak melakukan mogok massal karena gaji yang belum dibayar.

    Kondisi itu juga diperburuk dengan kurangnya persediaan masker dan ancaman dari keluarga pasien, yang menyebabkan kasus Covid-19 di negara tersebut melonjak.

    “Kami angkat tangan. Saya tidak bisa bekerja lagi. Saya bahkan tidak bisa fokus pada kasus-kasus atau pasien,” kata Mohammed, seorang dokter di sebuah bangsal COVID-19 di Baghdad yang menolak menggunakan nama lengkapnya.

    Dalam statistik resmi, Irak telah secara mencatatkan lebih dari 47.000 kasus virus corona baru, dengan semakin banyak dokter yang terinfeksi.

    “Saya pribadi kenal 16 dokter yang dinyatakan positif selama sebulan terakhir,” ungkap Mohammed.

    Baca juga.. :

    • Hadapi New Normal, Anteraja Bagikan Masker Secara Gratis
    • Malaysia Buka Taman Hiburan Mulai Lusa
    • Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Bogor Capai 61 Persen

    Jumlah keseluruhan korban tewas di negara itu menuju ke angka 2.000, dengan kematian resmi setiap hari mulai mencapai 100 dalam seminggu terakhir, dan dokter memperingatkan bahwa tenaga kesehatan sudah tidak bisa mengimbangi.

    Di utara Kurdi yang otonom, lonjakan infeksi Covid-19 telah mendorong jumlah kasus di sana menjadi lebih dari 5.000, termasuk setidaknya 200 petugas kesehatan, dan jumlah kematian menjadi lebih dari 160.

    Di rumah sakit umum Ali Naji di kota timur laut Sulaimaniyah, puluhan orang mengantri untuk diuji. Namun di sana, jumlah staf medis semakin menipis.

    Pemerintah daerah Kurdi, seperti otoritas federal di Baghdad, sedang berjuang untuk membayar upah sektor publik tahun ini, karena jatuhnya harga minyak dan resesi ekonomi yang disebabkan oleh pandemi.

    Hal itu berdampak buruk pada personel di fasilitas medis milik negara, yang belum dibayar dalam dua bulan.

    Bulan ini, ribuan petugas kesehatan di rumah sakit pemerintah di wilayah Kurdi mengumumkan bahwa mereka akan berhenti mengobati kasus non-Covid-19.

    “Setidaknya 20.000 petugas kesehatan di seluruh wilayah itu mengikuti pemogokan parsial ini,” kata Hawzin Othman, kepala sindikat medis Sulaimaniyah.

    Di antara mereka adalah 800 dokter yang bergabung selama dua minggu terakhir, tepat ketika wilayah Kurdi mulai mencatatkan peningkatan dalam kasus Covid-19. Dan Shevan Kurda, seorang dokter berusia 30 tahun, adalah salah satunya.

    “Kami bekerja shift 10 jam setiap hari, tetapi hanya untuk mengobati pasien Covid-19,” tutur Kurda.

    Kurda mengaku belum digaji selama tiga bulan sejak 2019, dan tidak dibayar pada April atau Mei tahun ini.

    Pihak berwenang dan pekerja kesehatan di seluruh Irak telah lama mengecam keadaan rumah sakit-rumah sakit negara yang bobrok, yang rusak akibat perang selama bertahun-tahun, kurangnya investasi dan korupsi yang telah menyedot dana yang dimaksudkan untuk peralatan baru.

    Bahkan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi di depan wartawan pekan lalu mengakui bahwa negara itu tidak memiliki sistem kesehatan.

    “Sistem kesehatan rusak, dan persyaratan paling dasar tidak tersedia, karena mereka yang memegang posisi di beberapa lembaga negara tidak kompeten. Ini telah terakumulasi selama bertahun-tahun,” ungkap dia.

    Irak juga merupakan tempat yang terkenal berbahaya untuk menjadi dokter, karena keluarga pasien kerap kali mengancam staf medis, jika kondisi orang yang mereka cintai memburuk.

    TAGS : Tenaga Kesehatan Covid-19 Irak

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/74586/Gaji-Tak-Kunjung-Dibayar-Puluhan-Ribu-Dokter-Mogok-Massal/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKetua DPR: Pelayanan Kesehatan Harus Menjangkau Seluruh Rakyat Indonesia
    Next Article Puan Sebut Ketahanan Nasional di Sektor Kesehatan Harus Ditingkatkan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Sarah Gibson Diselingkuhin? Ini Kronologinya hingga Direspons Tengku Dewi
    • Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.