Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ganjar Pranowo Dinilai Menyimpang Dari Falsafah Jateng
    News

    Ganjar Pranowo Dinilai Menyimpang Dari Falsafah Jateng

    May 28, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ganjar Pranowo Dinilai Menyimpang Dari Falsafah Jateng

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

    Jakarta – Elektabilitas Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur (Cagub) Jawa Tengah (Jateng) semakin merosot. Hal itu dinilai karena Ganjar telah menyimpang dari falsafah terkenal Jateng.

    Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), Arifin Nur Cahyono mengatakan, mayoritas responden memilih karena ada falsafah terkenal Jateng yang mengatakan seorang pemimpin itu harus `Swadana Maharjeng Tursita` yang artinya seorang pemimpin haruslah memiliki sosok intelektual, berilmu, jujur, dan pandai menjaga nama, mampu  menjalin komunikasi atas dasar prinsip kemandirian.



    “Nama Ganjar Pranowo rusak akibat diduga terlibat kasus korupsi e-KTP yang disebut menerima fee dari proyek e-KTP oleh Setya Novanto,” kata Arifin, melalui rilisnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (28/5).

    Falsafah kedua, tambahnya, `Bahni Bahna Amurbeng Jurit`. Artinya seorang pemimpin harus selalu berada di depan dengan memberikan keteladanan dalam membela keadilan dan kebenaran.

    Baca juga :

    • Kasus Korupsi e-KTP Gerus Elektabilitas Ganjar Pranowo
    • Hasil Survei, Milton-Boyman Masih Populer di Kalbar
    • Hasil Survei: Elektabilititas ASYIK Unggul di Pilkada Jabar

    “Masyarakat Jawa Tengah mayoritas lebih memilih Sudirman Said karena Sudirman sosok pemimpin yang berani menjadi teladan untuk membongkar kasus papa minta saham Freeport walau akhirnya dicopot oleh Joko Widodo,” urainya.

    Falsafah ketiga yaitu `Rukti Setya Garba Rukmi`. Falsafah ini menggarisbawahi bahwa seorang pemimpin harus memiliki tekad bulat menghimpun segala daya dan potensi guna kemakmuran dan ketinggian martabat bangsa.

    “Kepemimpinan Ganjar selama menjadi Gubernur tidak dirasakan oleh masyarakat mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat Jawa Tengah. Dan (Ganjar) memilih wakilnya Taj Yasin diduga hanya untuk menutupi ketidakmampuan sebagai Gubernur yang kadung namanya sudah membusuk di masyarakat akibat diduga terlibat kasus E-KTP. Sementara Ida Fauziyah dianggap sebagai sosok cawagub dari Sudirman Said yang akan banyak mengangkat harkat dan martabat wanita di Jawa Tengah,” pungkasnya.

    Diketahui, dari hasil survei LKPI menyebut, elektabilitas Ganjar bersama cawagubnya, Taj Yasin yang diusung PDIP, PPP, Demokrat, dan NasDem berada jauh di bawah pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung partai koalisi Gerindra, PKB, PKS, dan PAN.

    Survei yang digelar sejak tanggal 9 Mei-22 Mei 2018 lalu itu menemukan bahwa tingkat elektabilitas Ganjar hanya sebesar 43,8 persen. Sementara mantan Menteri ESDM, Sudirman Said memiliki tingkat elektabilitas sebesar 51,3 persen. Sisanya, 4,9 persen responden tidak menjawab.

    Arifin menjelaskan, alasan dari jawaban responden yang diberikan secara spontan itu para responden memilih Sudirman Said karena ingin Jawa Tengah dipimpin oleh tokoh yang tidak tersandera oleh kasus korupsi e- KTP.

    “Sementara yang 43,8 persen memilih Ganjar Pranowo beralasan jika Ganjar terlibat kasus e-KTP maka masih ada wagubnya yang akan menggantikan,” kata Arifin.

    Survei LKPI kali ini melibatkan 2.220 orang warga Jawa Tengah yang memiliki DPT sebagai responden. Mereka tersebar di 35 Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah. Penelitian dengan tema “Jawa Tengah Mencari Pemimpin Bersih” ini mengunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error -/+ 2,08 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

    TAGS : Pilkada 2018 Pilgub Jateng Ganjar Pranowo

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/35257/Ganjar-Pranowo-Dinilai-Menyimpang-Dari-Falsafah-Jateng/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTentara Israel Tangkap 11 Warga Palestina
    Next Article Kemdikbud Klaim Hasil UN SMP Tahun Ini Lebih Murni
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.