Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Gedung Putih Ancam Pengadilan Internasional Bila Selidiki AS
    News

    Gedung Putih Ancam Pengadilan Internasional Bila Selidiki AS

    September 11, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gedung Putih Ancam Pengadilan Internasional Bila Selidiki AS

    John Bolton (foto: BBC)

    Washington – Amerika Serikat (AS) mengancam akan menangkap dan memberi sanksi kepada hakim dan pejabat Pengadilan Pidana Internasional (ICC), bila meneruskan rencana penyelidikan terhadap militer AS yang bertugas di Afganistan, dengan tuntutan kejahatan perang.

    Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton menyebut, badan yang bermarkas di Den Haag, Belanda itu tidak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dinilai berbahaya bagi AS, Israel, dan negara sekutu lainnya.



    Bagi Bolton, penyelidikan apapun terhadap anggota militer AS akan menjadi langkah yang tidak berdasar dan tidak dapat dibenarkan.

    “Jika pengadilan mendatangi kami, Israel, atau sekutu AS lainnya, maka kami tidak akan tinggal diam,” tegas Bolton dilansir dari AFP pada Selasa (11/9).

    Baca juga :

    • India: Tak Ada Kesepakatan Minyak AS
    • China Bantah Persulit Denulirisasi Korut
    • Venezuela Kecam Rencana AS Tumbangkan Presiden Maduro

    Dalam pernyataannya, Bolton menyatakan AS siap menjatuhkan sanksi keuangan dan tuntutan pidana kepada pejabat pengadilan, bila rencana tersebut direalisasikan.

    “Kami akan melarang hakim dan jaksa masuk AS. Kami akan memberikan sanksi keuangan dan mengadili mereka dalam sistem kriminal AS,” ujar Bolton.

    “Kami akan melakukan hal yang sama untuk setiap perusahaan atau negara yang membantu penyelidikan ICC terhadap orang Amerika,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, pada November 2017 silam ICC membuka penyelidikan kembali terhadap dugaan kejahatan perang yang dilakukan militer AS dan pejabat intelijennya di Afganistan, terutama kasus pelecehan terhadap tahanan.

    TAGS : Amerika Serikat Afganistan Pengadilan Internasional

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/40600/Gedung-Putih-Ancam-Pengadilan-Internasional-Bila-Selidiki-AS/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTrump Terima Surat Kedua Kim Jong Un
    Next Article Trump Terima Surat Kedua Kim Jong Un
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.