Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Gegara `Lubang Dubur`, Kedubes AS di Haiti Tutup
    News

    Gegara `Lubang Dubur`, Kedubes AS di Haiti Tutup

    January 24, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gegara `Lubang Dubur`, Kedubes AS di Haiti Tutup

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaiki Air Force One menuju KTT APEC di Danang, Vietnam pada tanggal 11 November 2017 (Reuters / Jonathan Ernst)

    Port-au-Prince – Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di ibu kota Haiti, Port-au-Prince sementara waktu tidak beroperasi menyusul aksi ribuan demonstran memprotes Presiden Donald Trump.

    Ribuan orang berjalan menuju gedung kedubes Amerika Serikat di kota Port-Au-Prince untuk memprotes perkataan Trump yang menghina imigran asal Amerika Latin dan negara-negara Afrika.

    Demo itu juga memprotes keputusan pemerintah Washington yang mengakhiri program pemberian izin tinggal sementara kepada 60.000 warga Haiti.

    Polisi Haiti telah menutup pintu-pintu gedung kedubes dengan barikade untuk menahan demonstran yang berusaha masuk ke gedung. Polisi juga sempat menembakan gas air mata ke kerumunan demonstran setelah mereka mulai melemparkan batu ke gedung kedubes AS.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kedutaan Amerika Serikat, gedung ditutup sementara karena protes yang berlangsung di depan kedutaan kemarin sore. Karyawan diperingatkan untuk menjauh dari pengunjuk rasa. Pihak kedubes belum menentukan apakah hari ini gedung kedubes akan dibuka atau kembali ditutup, Semuanya tergantung perkembangan di lapangan..

    Sebelumnya, dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih, Trump menggunakan kata-kata negatif kepada para imigran yang berasal dari beberapa negara Amerika Latin dan Afrika, “Mereka datang dari negara-negara yang menjijikkan,” kata Trump dilansir dari AA, Rabu (24/1).

    Pada Kamis (11/1) lalu, Trump dituduh menggunakan umpatan “shithole” (lubang dubur) untuk menggambarkan negara-negara Afrika dalam sebuah pertemuan Oval Office bersama kelompok bipartisan yang terdiri dari enam senator tentang kesepakatan imigrasi.

    Pemerintah Haiti menentang perkataan Presiden Amerika Serikat yang mengandung unsur rasisme tersebut. “Walau bagaimana pun kata-kata rasis Presiden Amerika Serikat ‘menjijikan dan jelek’ tidak bisa diterima dari segi apapun,” ungkap pemerintah Haiti.

    TAGS : Donald Trump Afrika Haiti

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/28242/Gegara-Lubang-Dubur-Kedubes-AS-di-Haiti-Tutup/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAS Kecam Rusia Atas Serangan Senjata Kimia di Suriah
    Next Article Merasa Dilecehkan, Palestina Tolak Kunjungan Wapres AS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.