Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Gelombang Masih Tinggi, Nelayan Ujung Tidak Melaut
    Ekonomi

    Gelombang Masih Tinggi, Nelayan Ujung Tidak Melaut

    May 30, 2021No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Gelombang Masih Tinggi, Nelayan Ujung Tidak Melaut 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gelombang Masih Tinggi, Nelayan Ujung Tidak Melaut 2
    Nelayan memperbaiki perahu karena tak melaut. (BP/nan)
    Gelombang Masih Tinggi, Nelayan Ujung Tidak Melaut 3

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Perairan di selat Karangasem tak bersahabat lantaran gelombang masih cukup tinggi. Kondisi itu, membuat para nelayan di Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Karangasem terpaksa tidak turun melaut.

    Seorang nelayan, di Banjar Ujung Pesisi, Nurfiah, mengungkapkan, gelombang di tengah laut cukup  tinggi, diparkirakan sekitar 1,5 sampai 2,5 meter. Tiupan angin di tengah laut juga cukup kencang.

    Nelayan tidak turun melaut sejak seeminggu lalu.  Nelayan takut serta khwatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Ada puluhan nelayan tak melaut akibat kondisi ini,” ujarnya.

    Nurfifah, menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan akan libur melaut. “Bila gelombang dan angin sudah landai, nelayan pasti kembali turun melaut. Sekarang kita masih menunggu gelombang normal seperti biasanya. Semoga cuaca di laut segera membaik. Untuk mengisi waktu kosong, nelayan memperbaiki peralatan melaut,” katanya.

    Nelayan lain, Muhammad Mali, menjelaskan, minimnya hasil tangkapan juga menjadi pemicu nelayan tak melaut. Tiap nelayan hanya dapat 50 sampai 100 ekor.

    Jumlah itu lebih sedikit dibanding sebelumnya. Saat cuaca bersahabat, hasil tangkapan mencapai 500-1.000 ekor.

    “Permintaan ikan juga meningkat. Hanya saja, nelayan belum bisa memenuhi karena gelombang masih tinggi, dan tangkapannya masih minim,” ungkapnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePoklahsar Mina Kerti Danai Kolam Milik Pembudi Daya
    Next Article Kurangi Ketergantungan Buah Impor, Dawan Klod Kembangkan Buah Lokal
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.