Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Entertainment»Happy Salma Ekspresikan Bahagia, Sedih, Dendam, Lewat Sorot Mata
    Entertainment

    Happy Salma Ekspresikan Bahagia, Sedih, Dendam, Lewat Sorot Mata

    August 18, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Happy Salma Ekspresikan Bahagia, Sedih, Dendam, Lewat Sorot Mata 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Perjalanan panjang Happy Salma di dunia keaktoran lewat teater, film, dan sinetron tidak lantas membuatnya merasa memerankan karakter Raden Nana Suhani dalam film Before, Now, and Then adalah hal sepele. Salah satu kesulitan yang dia rasakan adalah harus memperlihatkan berbagai perasaan yang harus ditangkap oleh penonton, tanpa kata-kata atau verbal.

    “Kesulitannya intensitas emosi ya. Karena banyak sekali hal-hal yang disampaikan tidak dengan kata-kata verbal. lewat sorot mata mencerminkan sedih, bahagia, gusar, khawatir, dendam, marah, dan itu tidak gampang,” kata Happy Salma di bilangan Thamrin Jakarta Pusat,Kamis (18/8).

    Perempuan 42 tahun itu bersyukur memiliki pengalaman mendalami seni peran lewat banyak medium. Hal itu mengasah kepekaan sekaligus penghayatannya akan sebuah peran yang disodorkan sang sutradara.

    Tantangan lain yang dihadapi Happy Salma di film arahan sutradara Kamila Andini itu adalah bahasa Sunda era 60-an. Ternyata cukup jauh berbeda dibandingkan era 90-an, zaman Happy Salma tumbuh dan berkembang.

    “Menyadari bahwa dalam 10,20,30 tahun semakin banyak kata yang punah. Ini salah satu pencatatan arsip dalam visual bahwa di era itu ada bahasa ini. Ini dipertanggungjawabkan oleh mentor dan guru bahasa yang memang bertanggung jawab terhadap buku-buku sekolah di Jawa Barat,” akunya.

    Film Before, Now, and Then adalah film drama bernuansa sejarah diadaptasi dari buku Jais Darga Namaku karya Ahda Imran. Menceritakan tentang kisah kehidupan Raden Nana Sunani di Jawa Barat pada era 1960-an. Seorang perempuan Sunda yang kehilangan ayah dan anak akibat perang.

    Nana pun menikah lagi memulai hidup baru dengan pria kaya yang kerap merendahkan dirinya. Sang suami termasuk orang tidak setia.

    Nana pun menderita dalam diam. Suatu ketika dia bersahabat dengan salah satu simpanan suaminya. Hal itu membuat semuanya berubah. Mereka pun bersama-sama mencari harapan.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAntam Berdayakan Komunitas Lewat Ekonomi Sirkular
    Next Article Sosok Inspiratif, Farel Diangkat Jadi Duta Kekayaan Intelektual
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Sarah Gibson Diselingkuhin? (Instagram/@sarahgibson21)

    Sarah Gibson Diselingkuhin? Ini Kronologinya hingga Direspons Tengku Dewi

    July 1, 2026
    tempat wisata Bandung terbaru 2026 (Ilustrasi/AI)

    Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan

    June 26, 2026
    KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026 (ilustrasi)

    KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026

    June 18, 2026
    Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal (Ilustrasi/AI)

    Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal

    June 9, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.