Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Harga Tes Swab Covid-19 Rp 439-797 Ribu Masih Dikaji
    News

    Harga Tes Swab Covid-19 Rp 439-797 Ribu Masih Dikaji

    October 1, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Harga Tes Swab Covid-19 Rp 439-797 Ribu Masih Dikaji 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Usulan penyesuaian harga tes usap atau swab PCR untuk menguji spesimen Covid-19, masih dibahas oleh pemerintah. Satgas Covid-19 sebelumnya mengusulkan harga tes swab diseragamkan yakni Rp 439-797 ribu.

    Sehingga harga tersebut diyakini tidak terlalu memberatkan masyarakat. Apalagi di masa pandemi dan juga untuk menggenjot jumlah tes secara masif.

    “Harga swab Rp 439-797 ribu masih dikaji terus oleh pemerintah karena ingin pastikan harga swab betul-betul terjangkau masyarakat yang membutuhkan,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Kamis (1/10).

    Menurutnya, pihaknya memastikan penyelenggara tes juga bervariasi dan sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan. Angkanya juga masih dihitung sesuai batas toleransi dan kewajaran.

    “Juga pasti untung dilakukan tapi dalam jumlah terbatas, karena ini masa pandemi. Sehingga toleransi itu tadi akan kami umumkan setelah semua kajian selesai,” tegas Prof Wiku.

    Sebelumnya usulan disampaikan oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo yang mengutip usulan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Harga Rp 439 ribu per spesimen untuk tes usap kontraktual. Sementara untuk tes usap mandiri, BPKP mengusulkan harga Rp 797 ribu.

    Selain swab atau testing yang terus digenjot, pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat mematuhi 3M yakni Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan. Sehingga kasus bisa dengan segera melandai.

    “Semua tergantung pada kita sendiri. Angka akan turun pada saat perilaku masyarakat kompak jalani protokol kesehatan. Apabila lengah lagi, akan akan naik lagi. Tergantung dari kita,” tutupnya.

    Editor : Bintang Pradewo

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKonsep Mini Lockdown Diklaim Efektif Tekan Jumlah Kasus Covid-19
    Next Article Gizi Seimbang ala Ikke Nurjanah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.