Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Hari Raya, Harga Salak Naik Dua Kali Lipat
    Ekonomi

    Hari Raya, Harga Salak Naik Dua Kali Lipat

    April 12, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Hari Raya, Harga Salak Naik Dua Kali Lipat 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Hari Raya, Harga Salak Naik Dua Kali Lipat 2
    Petani memanen salak di kebun. (BP/Istimewa)
    Hari Raya, Harga Salak Naik Dua Kali Lipat 3

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, harga buah-buahan di pasaran melonjak. Tak terkecuali salak.

    Petani salak asal Banjar Pengawan, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Ni Nyoman Rai, Senin (12/4), mengungkapkan, menjelang hari raya, harga salak naik lebih dari dua kali lipat dari hari biasa. Saat ini, harga salak tembus Rp 20 ribu per kilogramnya.

    “Harga mulai mengalami kenakan sekitar empat hari belakangan ini. Kalau hari-hari biasa, tidak ada hari raya harga salak hanya kisaran Rp 8 ribu per kg-nya,” ucapnya.

    Harga salak itu untuk salak lokal, kalau harga salak gula pasir Rp 25 hingga 30 ribu per kgnya.

    Ketika musim panen raya, harga salak di pasaran anjlok. Harganya bisa turun kisaran Rp 2-3 ribu per kgnya.

    Begitu juga sebaliknya, ketika sudah tidak masa panen, harga salak kembali membaik mengingat hasil produksi salak dari petani sedikit. “Panen raya biasanya bulan Januari dan masa panen berakhir bulan Maret,” katanya.

    Dia menjelaskan, saat ini tidak ada petani yang sampai membuang salaknya karena tidak laku dijual seperti sebelum-sebelumnya. Salak kini sudah diolah sedemikian rupa. Mulai dari dijadikan keripik, permen, sirup, minuman wine dan yang lainnya.

    “Sekarang tidak ada petani yang membuang salaknya. Kalau dulu iya, karena tak laku dijual. Salak selain dijual di pasar area Karangsem, juga dijual ke luar Karangasem, seperti Buleleng, Denpasar. Bahkan salak Sibetan sampai dijual ke Lombok, NTB, termasuk Malayasia. Jadi, semua salak kini dimanfaatkan,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKirim Bantuan Lagi, TNI AL Sudah Kerahkan Empat KRI ke NTT
    Next Article Daya Beli Masyarakat Turun, Pernak Pernik Penjor Sederhana Jadi Incaran
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.