Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Hilangkan Budaya “Mule Keto,” HKTI Bali Susun Manajemen Pertanian
    Ekonomi

    Hilangkan Budaya “Mule Keto,” HKTI Bali Susun Manajemen Pertanian

    January 31, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Hilangkan Budaya "Mule Keto," HKTI Bali Susun Manajemen Pertanian 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Hilangkan Budaya "Mule Keto," HKTI Bali Susun Manajemen Pertanian 2
    Hamparan lahan pertanian di Jatiluwih, Tabanan. (BP/Dokumen)

    TABANAN, BALIPOST.com – Persoalan yang dihadapi sektor pertanian selama ini adalah banyaknya petani yang mengolah lahannya tidak sesuai SOP pertanian atau manajemen pertanian itu sendiri. Budaya ‘mule keto’ pun masih sangat kental melekat dalam pemikiran para petani.

    Ketua DPD HKTI Bali terpilih yang juga menjabat Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan, mengatakan, kelemahan pertanian di Bali saat ini adalah petani itu bekerja tidak sesuai dengan SOP atau manajemen pertanian. Seperti halnya menanam padi, harus dilakukan dengan pembajakan sawah dengan benar, kemudian pemilihan bibit sangat berpengaruh dan pemupukan yang baik untuk mendapatkan hasil yang berkualitas.

    la mengatakan HKTI siap mengawali pertanian dari hulu sampai hllir. “Hulu, tengah, hilir. SOP penanaman di hulu harus dilakukan, proses di tengah, di hilir jaga harga agar tidak anjlok, di situlah kami HKTI berada,” terangnya, Minggu (30/1).

    Ia juga menekankan petani harus memelihara kelestarian alam, dan saat alam lestari maka pariwisata akan menjadi bonus. Disinggung tentang regenerasi petani, ia mengatakan ke depan sinergi HKTI akan menggali pengolahan pertanian sehingga sektor ini akan mampu menjadi magnet bagi kaum milineal.

    Lebih jauh pihaknya akan konsisten mendorong regenrasi petani tidak dimulai dari umur 50 tahun tetapi mulai dari usia muda. Termasuk hal yang menjadi penekanan, Edi meminta agar sektor pertanian , khususnya petani tidak dijadikan sebagai objek politik, melainkan menjadi subjek utama penopang swasembada pangan. “Mari kita gugah semangat anak muda menjadi petani di daerahnya sendiri,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKiat memilih jas hujan
    Next Article Sambut Tahun 2022, Yuk Percayakan Simpanan Anda di bank bjb
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.