Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Hindari Stigma Negatif Terhadap Penyintas Covid-19
    News

    Hindari Stigma Negatif Terhadap Penyintas Covid-19

    December 28, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Hindari Stigma Negatif Terhadap Penyintas Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Stigma negatif terhadap seorang yang terpapar virus korona atau Covid-19 masih terjadi di masyarakat. Hal ini terjadi karena ketakutan masyarakat akan tertular Covid-19, ini yang menyebabkan pasien atau orang yang terpapar Covid-19 merasa depresi.

    “Jadi akibatnya memang bisa saja terkait orang yang terinfeksi atau kita semua yang dinilai sangat mudah menjadi sumber penularan. Ini membuat orang tersebut menjadi dijauhi,” kata Pengajar KSM Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Hervita Diatri dalam siaran BNPB, Senin (28/12).

    Dia tak memungkiri, setelah penyintas Covid-19 atau mereka yang sudah sembuh masih menanggung beban mental. Karena khawatir dengan stigma negatif dari masyarakat.

    “Kalau lihat angka statistiknya yang masih mengeluhkan ansietas depresi pasca perawatan masih berkisar antara 30-40 persen. Ada yang beberapa kasus bunuh diri, karena pulang rawat, banyak masalah psikososial yang terjadi,” ucap Hervita.

    Hervita mengharapkan, seharusnya tidak bersikap negatif terhadap mereka yang sembuh dari Covid-19. Penerapan atau disiplin protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer bisa terhindar dari Covid-19. Tanpa harus menjauhi seorang yang sudah sembuh atau enggan berkomunikasi.

    Karena itu, Hervita semua pihak membangun komunikasi yang terhadap siapapun yang telah sembuh dari Covid-19. Dia menyebut, Covid-19 bukan aib yang harus dijauhi.

    “Kita berharap masyarakat dapat kembali produktif, maka memang stigma ini perlu disingkirkan supaya kita merasa cepat sembuh. Sehingga ujungnya baru bicara sosial ekonomi (produktivitas),” pungkas Hervita.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Bintang Pradewo

    Reporter : Muhammad Ridwan, ARM


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePSBB Hantam Bisnis Sharp Indonesia – KRJOGJA
    Next Article Pengangguran Karena Pandemi Covid-19 Capai 2,56 Juta Orang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.