Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Hoaks Irjen Syahar Peras Pengusaha Rp 4 M pada Kasus Jam Richard Mille
    News

    Hoaks Irjen Syahar Peras Pengusaha Rp 4 M pada Kasus Jam Richard Mille

    October 18, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Hoaks Irjen Syahar Peras Pengusaha Rp 4 M pada Kasus Jam Richard Mille 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com-Beredar bagan dugaan pemerasan yang dilakukan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Syahar Diantono. Dalam informasi itu disebutkan jika Syahar memeras pengusaha Tony Sutrisno sampai Rp 4 miliar untuk memproses laporan penipuan jam tangan mewah merek Richard Mille.

    Kuasa Hukum Tony, Heroe Waskito membantah kabar tersebut. Dia memastikan tidak ada pemerasan yang dilakukan oleh Syahar kepada kliennya. “Dengan ini pihak Tony Sutrisno mengumumkan bahwa isu tersebut adalah bohong alias hoaks yang menjatuhkan martabat Irjen Pol Syahar Diantono,” kata Heroe kepada wartawan, Selasa (18/10).

    Heroe mengatakan, kliennya memang diperas Rp 4 miliar oleh dua oknum polisi usai membuat laporan polisi penipuan. Namun, pelaku pemerasan bukan Syahar. Syahar justru membantu Tony mengungkap kasus pemerasan ini. “Menanggapi bagan yang beredar tentang penanganan kasus arloji Richard Mille, Tony menegaskan, ia tak tahu menahu siapa yang membuat bagan hoax tersebut. Kalau ada yang menyebut Syahar terlibat pemerasan, itu tidak betul,” jelasnya.

    Syahar yang saat itu masih menjabat sebagai Wakabareskrim Polri membantu memberikan hukuman kepada dua oknum polisi yang melakukan pemerasan. Hingga akhirnya kedua pelaku dihukum demosi berdasarkan Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri.

    Untuk diketahui, kasus penggelapan jam tangan mewah tersebut diadukan oleh Tony Sutrisno selaku korban pada Juni 2021 lalu. Tony merugi puluhan miliar Rupiah karena jam tangan yang diidamkannya tak kunjung didapat.

    Dia kemudian dimintai uang Rp 4 miliar agar laporan polisinya diproses. Tony pun melaporkan hal ini kepada beberapa pihak, salah satunya Propam Polri. Akhirnya pada 23 Februari 2022, oknum pemeras dijatuhi sanksi etik. (*)

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Sabik Aji Taufan


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDihantui Resesi, Harga Referensi CPO Turun Hampir Dekati Ambang Batas
    Next Article Tingkatkan keselamatan kurir, Ninja Xpress berikan pelatihan Edukurir
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.