Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»IDI: Jangan Buru-buru Longggarkan Semua Pembatasan
    Lifestyle

    IDI: Jangan Buru-buru Longggarkan Semua Pembatasan

    March 10, 2022No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    IDI: Jangan Buru-buru Longggarkan Semua Pembatasan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INDOPOS.CO.ID – Pemerintah mulai melakukan penyesuian sejumlah aktivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19, setelah tren kasus positif secara nasional menurun.

    Salah satunya mempertimbangkan menerapkan pembebasan karantina bagi seluruh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) per 1 April mendatang. Rencana itu tindaklanjut uji coba PPLN tanpa karantina di Bali mulai Senin (8/3/2022).

    Termasuk syarat tes PCR-Antigen bagi pelaku perjalanan domestik menggunakan moda transportasi darat, laut, dan udara secara resmi telah dihapus pemerintah.

    Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengingatkan, pemerintah tidak tergesa-gesa memberlakukan pelonggaran pembatasan.

    Ia mencontohkan, sejumlah negara di Eropa menerapkan pelonggaran terhadap kebijakan penanganan pandemi Covid-19 justru mengalami peningkatan kasus positif.

    “Situasi negara yang buka perbatasan, hapus karantina, tes PCR, dan masker (menuju endemi) kasus (Covid-19) mingguan melonjak,” kata Zubairi Djoerban melalui akun Twotter-nya @ProfesorZubairi, Kamis (10/3/2022).

    Ia mengemukakan, tambahan kasus di Belanda mencapai 80 persen, Inggris mencapai 53 persen, Swiss mencapai 47 persen. Situasi tersebut harusnya menjadi perhatian pemerintah Indonesia.

    “Ini warning bagi kita agar perlahan saja menuju endemi. Jangan buru-buru longgarkan semua,” ujar Zubairi.

    Pandemi Covid-19 telah melanda Tanah Air selama 2 tahun, kasus positif pertama ditemukan pada Maret 2020. Kini kondisi penanganannya terus membaik, bahkan tengah menyusun roadmap menuju situasi endemik. (dan)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHarga Minyak Goreng di Kendari Tembus Rp 70 Ribu Per Liter
    Next Article Pihak Paris Fashion Week Bersuara, Ancam Polisikan Kasus Catut Nama
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    outfit nonton konser

    Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre

    July 18, 2026
    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung
    • Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.